catatan analisa investasi financial yang ditujukan untuk konsumsi pribadi bukan untuk memberikan rekomendasi.
Indonesia InterBank Rate
source: tradingeconomics.com
Indonesia Total Car Sales
source: tradingeconomics.com
Indonesian 10Yr Bond Yield
USD/IDR
Jakarta Stock Exchange
Fx Weekly Range
Selasa, 10 November 2009
Tipuan Demand and supply pd tools penyedia run trade
Jumat, 23 Oktober 2009 dipostingkan demand and supply pd tools penyedia run trade. Pada postingan tsb kita bisa melihat bagaimana deman dan supply bekerja pada pasar modal dengan baik. Kemaren ini saya menemukan sebuah video dari youtube yg di upload oleh seseorang yg bernama deanearwicker, beliau mengupload video bagaimana tipuan demand dan supply pd saham RBMS. Tanpa dijelaskan pun, pd video tsb sudah bisa kita pelajari dengan mudah bagaimana tipuan demi tipuan permintaan terhadap barang. Terlihat perbedaan pada antrian barang per harga deman dan supply yang saya postingkan pd Jumat, 23 Oktober 2009, yang berjudul demand and supply pd tools penyedia run trade.
INI VIDEONYA
INI VIDEONYA
Jumat, 23 Oktober 2009
Demand and supply pd tools penyedia run trade
terlihat jumlah total bid (permintaan) yg sekitar 22k lot dan jumlah total offer (penawaran) sekitar 7k lot.
dari situ bisa diasumsikan bahwa permintaan lebih besar dari penawaran.sesuai dgn hukum demand and supply (jika permintaan naik maka harga naik dan jika penawaran naik maka harga turun). dari pagi terlihat jumlah bid sudah besar dari jumlah offer sementara harga berada di angka 1.110 (bid) dan 1.120 (offer).sampai pd saat gambar ini diambil, harga sudah naik.
didalam stock market terdapat jg manipulasi demand, jadi demand yg tercipta karna manipulasi.Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mengetahui apakah ini manipulasi atau bukan ??? saya sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan ini karna itu sangat sulit untuk dilacak tp yg jelas jika tadi nya total bid lebih besar dari offer , lalu tiba2 total bid lansung drop atau lansung kecil jumlahnya dari offer , maka tidak ada cerita untuk menahan barang. lansung jual aja.
sebagai contoh seperti kejadian hari ini yg saya alami di ASGR, awalnya total bid lebih besar dari offer yg mana ada permintaan di Rp285 sebanyak 10k lot dan Rp290 sebanyak 10 k lot jg. harga kejadian waktu itu sudah di RP300 - Rp305. saya lansung antri beli di 300.dan dapat barang.
tp sesudah itu total bid lansung drop karna antrian yg di 280 dan 290 ada yg nyabut. jd yg td nya terlihat 10k lot, skrg cuma tinggal 2k lot. tidak ada cerita lain selain jual barang. saya coba antri jual di 300, dan ternyata laku ke jual. akhirnya rugi fee.dan sesudah itu hingga akhir sesi 2 ASGR tidak naik2 lg.
atau seperti kemaren di ctrs. awalnya total bid lebih besar dari total offer tp di tengah jalan keadaan berbalik, total offer menjadi lebih besar dari total bid, artinya yg td beli lansung mengantrikan brgnya untuk jual makanya offer jd meledak.
dari dua hal diatas (ASGR dan CTRS) dp diartikan bahwa penawaran meningkat yg bisa menyebabkan harga menjadi turun.
contoh demand dan supply yg bagus ya seperti gambar diatas, jumlah bid lebih besar dari jumlah offer terus tidak adanya antrian bid yg dicabut (hilang) , apalagi antrian bid yg jumlahnya gede disatu harga dicabut, yg bisa menyebabkan total jumlah offer menjadi besar.
Minggu, 02 Agustus 2009
Kamis, 02 Juli 2009
MACD
Ada 3 jenis pergerakan harga :
1. Tren naik (up trend)
2.Tren turun (down trend)
3.Tren stagnasi (sideway trend)
didalam teknikal analisis kita bisa mengenal bentuk-bentuk trend ini dari beberapa indicator terbaik ,yaitu MACD,RSI,dan Stochastic oscilator.
MACD (Moving Average Convergence Divergence)
indicator ini mengambil dasar penghitungan moving average oleh sebab itu macd ini bisa menampilkan arah dari pergerakan harga dengan baik. contohnya pd gambar ini
Didalam gambar diatas dapat kita lihat bagaimana macd ini menunjukan arah pergerakan tapi ingat macd tidak bisa menunjukkan bagai mana arah pergerakan di hari yg belum terjadi. Dari angka 1 hingga 2 pada harga, kita bisa liat terjadi up trend , dan begitu jg pd macd.
dari angka 2 hingga 3 pd harga, kita liat terjadi down trend, dan begitu juga pd macd.
dan begitu seterusnya.berdasarkan gambar ini, kita bisa lihat disaat macd berada diatas NOL maka puncak-puncak dari up trend akan tercapai atau dengan kata lain harga sedang mencari titik puncak dari up trendnya. dan di saat macd dibawah NOL maka harga akan mencari titik terendahnya. Macd pada dasarnya digunakan untuk menghitung selisih dua buah moving average, yaitu moving average periode kecil dengan moving average periode besar. Seperti periode 12 hari dengan 26 hari. Moving average itu sendiri memiliki dasar juga, yaitu harga closing. jadi jika closing hari ini lebih besar dari closing sebelumnya maka moving average pun juga akan menaik atau melandai. Sehingga urutannya adalah :
1. Harga
2. Moving Average
3. Macd
Jadi kuncinya tetap pada harga.
Pada macd ada istilah :
1. Divergence positif, yaitu harga down trend tapi macd up trend (biasanya harga akan berubah jd up trend)
source : www.stockcharts.com - Macd
2. Divergence negatif, yaitu harga up trend tapi macd down trend (biasanya harga akan berubah jd down trend)
source : www.stockcharts.com - Macd
Dasarnya tetap pada harga, jadi jika terjadi sebuah divergence positif belum tentu harga otomatis akan berubah jadi up trend apalagi jika harga terus menurun. Bisa saja karna harga terus menurun, macd yang berubah dari up trend menjadi down trend. Urutannya bisa digambarkan menjadi :
1. Harga terus menurun
2. Moving average akan kembali menurun karna harga terus-terusan menurun
3. Macd akan berubah menjadi down trend karna moving average berubah jadi menurun
Hal seperti ini juga berlaku untuk divergence negatif tapi dengan kondisi yang berkebalikan.
Bacalah terlebih dahulu trend harganya, liat efek harga tersebut terhadap moving average nya dan liat efek moving average terhadap macd.
ciri-ciri up trend :
1. Terbentuk Higher high
2. Terbentuk Lower High
ciri-ciri Down trend :
1. Terbentuk Lower high
2. Terbentuk Lower Low
Banyak orang yang merasa bingung dengan penggunaan periode macd ini. Sebenarnya tidak harus bingung, kembalikan saja pada dasarnya yaitu MACD menghitung selisih dua buah moving average (periode pendek dan periode panjang), jadi jika kita menggunakan moving average periode 12 dan 26 maka periode macd nya juga 12 dan 26. Dan jika menggunakan moving average periode 30 dan 60 maka periode macd nya juga 30 dan 60. Saya sendiri lebih tertarik untuk melihat perubahan harga terhadap moving average karna hargalah pembentuk moving average, jika harga berubah maka moving average juga akan berubah. Saya menggunakan moving average periode 10, 30, 60, 120, 200, dan 500 yang semuanya merupakan type Simple Moving Average ( SMA). Dengan begitu saya tertarik untuk melihat perubahan harga terhadap moving average 10, 30, 60, 120, 200, dan 500. Untuk mewakili harga maka saya menggunakan moving average periode 5 karna periode 5 ini sangat seiring dengan harga dan tidak terlalu banyak " jigsaw " atau gerigi sehingga lebih jelas untuk diawasi.
1. Tren naik (up trend)
2.Tren turun (down trend)
3.Tren stagnasi (sideway trend)
didalam teknikal analisis kita bisa mengenal bentuk-bentuk trend ini dari beberapa indicator terbaik ,yaitu MACD,RSI,dan Stochastic oscilator.
MACD (Moving Average Convergence Divergence)
indicator ini mengambil dasar penghitungan moving average oleh sebab itu macd ini bisa menampilkan arah dari pergerakan harga dengan baik. contohnya pd gambar ini
dari angka 2 hingga 3 pd harga, kita liat terjadi down trend, dan begitu juga pd macd.
dan begitu seterusnya.berdasarkan gambar ini, kita bisa lihat disaat macd berada diatas NOL maka puncak-puncak dari up trend akan tercapai atau dengan kata lain harga sedang mencari titik puncak dari up trendnya. dan di saat macd dibawah NOL maka harga akan mencari titik terendahnya. Macd pada dasarnya digunakan untuk menghitung selisih dua buah moving average, yaitu moving average periode kecil dengan moving average periode besar. Seperti periode 12 hari dengan 26 hari. Moving average itu sendiri memiliki dasar juga, yaitu harga closing. jadi jika closing hari ini lebih besar dari closing sebelumnya maka moving average pun juga akan menaik atau melandai. Sehingga urutannya adalah :
1. Harga
2. Moving Average
3. Macd
Jadi kuncinya tetap pada harga.
Pada macd ada istilah :
1. Divergence positif, yaitu harga down trend tapi macd up trend (biasanya harga akan berubah jd up trend)
source : www.stockcharts.com - Macd
2. Divergence negatif, yaitu harga up trend tapi macd down trend (biasanya harga akan berubah jd down trend)
source : www.stockcharts.com - Macd
Dasarnya tetap pada harga, jadi jika terjadi sebuah divergence positif belum tentu harga otomatis akan berubah jadi up trend apalagi jika harga terus menurun. Bisa saja karna harga terus menurun, macd yang berubah dari up trend menjadi down trend. Urutannya bisa digambarkan menjadi :
1. Harga terus menurun
2. Moving average akan kembali menurun karna harga terus-terusan menurun
3. Macd akan berubah menjadi down trend karna moving average berubah jadi menurun
Hal seperti ini juga berlaku untuk divergence negatif tapi dengan kondisi yang berkebalikan.
Bacalah terlebih dahulu trend harganya, liat efek harga tersebut terhadap moving average nya dan liat efek moving average terhadap macd.
ciri-ciri up trend :
1. Terbentuk Higher high
2. Terbentuk Lower High
ciri-ciri Down trend :
1. Terbentuk Lower high
2. Terbentuk Lower Low
Banyak orang yang merasa bingung dengan penggunaan periode macd ini. Sebenarnya tidak harus bingung, kembalikan saja pada dasarnya yaitu MACD menghitung selisih dua buah moving average (periode pendek dan periode panjang), jadi jika kita menggunakan moving average periode 12 dan 26 maka periode macd nya juga 12 dan 26. Dan jika menggunakan moving average periode 30 dan 60 maka periode macd nya juga 30 dan 60. Saya sendiri lebih tertarik untuk melihat perubahan harga terhadap moving average karna hargalah pembentuk moving average, jika harga berubah maka moving average juga akan berubah. Saya menggunakan moving average periode 10, 30, 60, 120, 200, dan 500 yang semuanya merupakan type Simple Moving Average ( SMA). Dengan begitu saya tertarik untuk melihat perubahan harga terhadap moving average 10, 30, 60, 120, 200, dan 500. Untuk mewakili harga maka saya menggunakan moving average periode 5 karna periode 5 ini sangat seiring dengan harga dan tidak terlalu banyak " jigsaw " atau gerigi sehingga lebih jelas untuk diawasi.
Jumat, 20 Maret 2009
Link wajib
Link download data BEI
http://202.155.2.90/download_data/Daily/Stock_First_Trx/
http://202.155.2.90/download_data/Daily/Stock_Summary/
http://www.idx.web.id/Market_Summary/Market_Indices/
Link watch
http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kurs+Bank+Indonesia/Kurs+Transaksi/
http://www.imq21.com/
http://www.rti.co.id/
Link grafik
http://finance.yahoo.com/q/ta?s=%5EJKSE&t=5d&l=on&z=l&q=l&p=m20,m50,m200,b&a=m26-12-9,ss&c=
http://stockcharts.com/h-sc/ui?s=%24usd
http://stockcharts.com/charts/performance/perf.html?$USD,$tnx,$dji,$Gold,$wtic,$crb
http://ifs.marketcenter.com/charts/charts.jsp?cID=FS&iFSsymbols=MPO%201%21-BMD&iFScompareTo=&iFSperiod=D&iFSvminutes=&iFSchartsize=800x550&iFSbardensity=LOW&iFSbartype=CANDLE&iFSstudies=&iFSohlc=true
http://ifs.marketcenter.com/charts/charts.jsp?cID=FS&iFSsymbols=FT2Q-EEX&iFScompareTo=&iFSperiod=D&iFSvminutes=&iFSchartsize=800x550&iFSbardensity=LOW&iFSbartype=CANDLE&iFSstudies=&iFSohlc=true
Link bacaan
http://panduanmarketiva.blogspot.com/2007/05/mempelajari-forex-memang-agak-rumit.htmlhttp://www.dailypaul.com/node/65843
http://202.155.2.90/download_data/Daily/Stock_First_Trx/
http://202.155.2.90/download_data/Daily/Stock_Summary/
http://www.idx.web.id/Market_Summary/Market_Indices/
Link watch
http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kurs+Bank+Indonesia/Kurs+Transaksi/
http://www.imq21.com/
http://www.rti.co.id/
Link grafik
http://finance.yahoo.com/q/ta?s=%5EJKSE&t=5d&l=on&z=l&q=l&p=m20,m50,m200,b&a=m26-12-9,ss&c=
http://stockcharts.com/h-sc/ui?s=%24usd
http://stockcharts.com/charts/performance/perf.html?$USD,$tnx,$dji,$Gold,$wtic,$crb
http://ifs.marketcenter.com/charts/charts.jsp?cID=FS&iFSsymbols=MPO%201%21-BMD&iFScompareTo=&iFSperiod=D&iFSvminutes=&iFSchartsize=800x550&iFSbardensity=LOW&iFSbartype=CANDLE&iFSstudies=&iFSohlc=true
http://ifs.marketcenter.com/charts/charts.jsp?cID=FS&iFSsymbols=FT2Q-EEX&iFScompareTo=&iFSperiod=D&iFSvminutes=&iFSchartsize=800x550&iFSbardensity=LOW&iFSbartype=CANDLE&iFSstudies=&iFSohlc=true
Link bacaan
http://panduanmarketiva.blogspot.com/2007/05/mempelajari-forex-memang-agak-rumit.htmlhttp://www.dailypaul.com/node/65843
Minggu, 17 Agustus 2008
Laporan Keuangan 3 (Ratio INvestasi)
Salah satu cara yg di gunakan investor untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan membeli saham di harga yg murah lalu menjual diharga yg tinggi.untuk mengetahui apakah saham tersebut murah atau mahal maka kita bisa menggunakan rasio investasi.
1.PER = Harga Saham / Earning Per Share
2.EPS (Earning Per Share) = Laba Bersih / Jumlah saham
Semakin Rendah hasil PER sebuah saham maka semakin baik atau murah harganya untuk diinvestasikan.rata-rata para analis dan investor mengasumsikan jika nilai PER diatas 10 itu dikatakan tinggi (tidak wajar) , dibawah 10 itu dikatakan murah (wajar) .
EPS = Laba perusahaan disetiap lembar saham.
Dari nilai PER ini kita jg bisa mengetahui seberapa tinggi minat pasar di dalam menghargai keuntungan yg di peroleh oleh perusahaan tersebut, jika nilainya tinggi berarti investor berminat terhadap saham tersebut.
Namun perlu kita ketahui juga bahwa PER menjadi rendah nilainya bisa karena harga saham yg cenderung semakin turun atau karena meningkatnya laba bersih perusahaan.
Tahun 2001 Quartal 1 Quartal 2 Quartal 3 Quartal 4
Laba bersih (juta) 20.000 25.000 20.000 25.000
Harga saham/lembar 10.000 10.000 7.000 5.000
Jml saham(juta) 100 100 100 100
EPS 200 250 200 250
PER 50 40 35 20
Untuk tahun 2001 Q1, PER = 50. Q2 karena adanya kenaikan laba bersih sebesar 5 Milyar sementara harga saham tetap maka PER turun menjadi 40.Sebaliknya di Q3 laba bersih kembali stabil seperti Q1,namun harga saham di pasar turun menjadi Rp 7.000 dibandingkan Q1 yg Rp 10.000. PER - nya pun turun menjadi 35. Q4 PER = 20 karna terjadi penurunan saham sekaligus kenaikan laba bersih. Jadi semakin kecil nilai PER semakin murah indikasi sebuah saham sehingga semakin layak untuk dibeli.
Ratio Lainnya
Sebenarnya masih banyak jenis2 rasio yg lainnya tp itu semua tergantung pada kebutuhan dan keinginan.
contohnya :
Asset Turn Over Ratio (ATR)
ATR = Total penjualan / Total asset
Fungsinya untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan menggunakan assetnya secara optimal dalam mencetak laba.
Book Value (BV)
BV = Total Equity / Jumlah saham
BV ini bisa disebut jg sebagai modal perusahaan di setiap lembar saham, sehingga kita jg bisa menggunakan BV untuk menilai murah atau tidaknya sebuah saham dengan saham lainnya. jika angkanya kecil berarti saham tersebut lebih murah.
PBV (Price to Book Value)
PBV = Harga saham / BV
Tujuannya untuk menilai seberapa tinggi minat pasar menghargai perusahaan tsb. asumsinya jika book value perusahaan Rp 1.000 namun harga di pasar Rp 2.000 ini menandakan bakal ada keuntungan yg didapatkan dari Book Value saham tsb.
Operating Profit per Share (OPS)
Rasio ini menilai saham dari kemampuan perusahaan tersebut mendatangkan laba dari kegiatan usahanya. Laba yg paling Baik adalah Laba dari Operasi perusahaan.
OPS = Laba usaha / Jumlah saham
Debt to Operating Profit Ratio (DOP)
DOP = Total utang / Laba usaha
fungsinya untuk mengukur sebrapa cepat sebuah perusahaan melunasi hutangnya dari laba usaha yg dihasilkan.Jika semakin kecil hasil DOP maka semakin cepat perusahaan melunasi hutangnya, misalnya nilai DOP = 0.93 berarti tidak sampai 1 th hutang telah mampu dilunasi dari hasil usaha operasi perusahaan.kalau hasilnya semakin besar ,katakanlah mencapai 10, maka artinya perusahaan tersebut menghasilkan duit hanya untuk membayar hutang jangka waktu 10 tahun dan ini berarti jg pekerjaan sia-sia.
Itu lah beberapa Rasio-rasio fundamental yg dapat kita gunakan sebagai acuan untuk menganalisa laporan keuangan (financial statement). Bandingkan pergerakan laporan keuangan dari TH ke TH, dari Quartal ke Quartal , dan dari Quartal yg sama di th sekrang dengan Quartal th sebelumnya ( Q1 2007 dg Q1 2006,Q2 2007 dg Q2 2006,Q3 2007 dg Q3 2006,Q4 2007 dg Q4 2006). setlah itu baru kita bandingkan dengan perusahaan lainnya yg sejenis (antara BUMI dg PTBA, ini sama-sama bergerak di bidang tambang batu bara).
1.PER = Harga Saham / Earning Per Share
2.EPS (Earning Per Share) = Laba Bersih / Jumlah saham
Semakin Rendah hasil PER sebuah saham maka semakin baik atau murah harganya untuk diinvestasikan.rata-rata para analis dan investor mengasumsikan jika nilai PER diatas 10 itu dikatakan tinggi (tidak wajar) , dibawah 10 itu dikatakan murah (wajar) .
EPS = Laba perusahaan disetiap lembar saham.
Dari nilai PER ini kita jg bisa mengetahui seberapa tinggi minat pasar di dalam menghargai keuntungan yg di peroleh oleh perusahaan tersebut, jika nilainya tinggi berarti investor berminat terhadap saham tersebut.
Namun perlu kita ketahui juga bahwa PER menjadi rendah nilainya bisa karena harga saham yg cenderung semakin turun atau karena meningkatnya laba bersih perusahaan.
Tahun 2001 Quartal 1 Quartal 2 Quartal 3 Quartal 4
Laba bersih (juta) 20.000 25.000 20.000 25.000
Harga saham/lembar 10.000 10.000 7.000 5.000
Jml saham(juta) 100 100 100 100
EPS 200 250 200 250
PER 50 40 35 20
Untuk tahun 2001 Q1, PER = 50. Q2 karena adanya kenaikan laba bersih sebesar 5 Milyar sementara harga saham tetap maka PER turun menjadi 40.Sebaliknya di Q3 laba bersih kembali stabil seperti Q1,namun harga saham di pasar turun menjadi Rp 7.000 dibandingkan Q1 yg Rp 10.000. PER - nya pun turun menjadi 35. Q4 PER = 20 karna terjadi penurunan saham sekaligus kenaikan laba bersih. Jadi semakin kecil nilai PER semakin murah indikasi sebuah saham sehingga semakin layak untuk dibeli.
Ratio Lainnya
Sebenarnya masih banyak jenis2 rasio yg lainnya tp itu semua tergantung pada kebutuhan dan keinginan.
contohnya :
Asset Turn Over Ratio (ATR)
ATR = Total penjualan / Total asset
Fungsinya untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan menggunakan assetnya secara optimal dalam mencetak laba.
Book Value (BV)
BV = Total Equity / Jumlah saham
BV ini bisa disebut jg sebagai modal perusahaan di setiap lembar saham, sehingga kita jg bisa menggunakan BV untuk menilai murah atau tidaknya sebuah saham dengan saham lainnya. jika angkanya kecil berarti saham tersebut lebih murah.
PBV (Price to Book Value)
PBV = Harga saham / BV
Tujuannya untuk menilai seberapa tinggi minat pasar menghargai perusahaan tsb. asumsinya jika book value perusahaan Rp 1.000 namun harga di pasar Rp 2.000 ini menandakan bakal ada keuntungan yg didapatkan dari Book Value saham tsb.
Operating Profit per Share (OPS)
Rasio ini menilai saham dari kemampuan perusahaan tersebut mendatangkan laba dari kegiatan usahanya. Laba yg paling Baik adalah Laba dari Operasi perusahaan.
OPS = Laba usaha / Jumlah saham
Debt to Operating Profit Ratio (DOP)
DOP = Total utang / Laba usaha
fungsinya untuk mengukur sebrapa cepat sebuah perusahaan melunasi hutangnya dari laba usaha yg dihasilkan.Jika semakin kecil hasil DOP maka semakin cepat perusahaan melunasi hutangnya, misalnya nilai DOP = 0.93 berarti tidak sampai 1 th hutang telah mampu dilunasi dari hasil usaha operasi perusahaan.kalau hasilnya semakin besar ,katakanlah mencapai 10, maka artinya perusahaan tersebut menghasilkan duit hanya untuk membayar hutang jangka waktu 10 tahun dan ini berarti jg pekerjaan sia-sia.
Itu lah beberapa Rasio-rasio fundamental yg dapat kita gunakan sebagai acuan untuk menganalisa laporan keuangan (financial statement). Bandingkan pergerakan laporan keuangan dari TH ke TH, dari Quartal ke Quartal , dan dari Quartal yg sama di th sekrang dengan Quartal th sebelumnya ( Q1 2007 dg Q1 2006,Q2 2007 dg Q2 2006,Q3 2007 dg Q3 2006,Q4 2007 dg Q4 2006). setlah itu baru kita bandingkan dengan perusahaan lainnya yg sejenis (antara BUMI dg PTBA, ini sama-sama bergerak di bidang tambang batu bara).
Senin, 21 Juli 2008
Laporan Keuangan 2 (rasio)
Sekarang kita beralih ke pada rasio-rasio fundamental yg tujuannya memudahkan pembacaan laporan keuangan.Sudah pasti saham yg baik untuk dibeli adalah saham yg perusahaannya untung.Lebih baik lagi jika keuntungan tsb berasal dari core business perusahaan tsb.Kalau perusahaan tidak untung (posisi keuangannya buruk dari sisi analisis rasio) tapi harga sahamnya terlihat menggiurkan, maka berhati-hatilah sebab tidak tertutup kemungkinan sedang terjadi penggorengan saham (sebuah istilah untuk para investor yg bermain di short term moment).
Namun sebuah perusahaan untung saja tidak cukup dijadikan alsan untuk memborong sahamnya.Selain kemampuan perusahaan mencetak laba, harus diperhitungkan juga kemampuan perusahaan tsb bertahan hidup, kemampuan membayar hutang,kemampuan membagi dividen, dan masih byk lg.
Jenis-jenis rasio fundamental :
1. Rasio Profitabilitas
2. Rasio Likuiditas
3. Rasio Investasi
4. Rasio Lainnya
Rasio profitabilitas
rasio ini pd dasarnya bertujuan untuk menakar seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan mencetak laba.Dengan membeli saham ,berarti anda sedang menyuntikkan dana segar ke perusahaan tersebut.Akibatnya modal perusahaan tsb bertambah.Jika modal bertambah tp kemampuannya mencetak laba tidak meningkat maka pasti ada sesuatu yg ganjil.Hal inilah yg mesti diperhatikan oleh setiap investor.
Rasio profitabilitas bisa diketahui dari 2 komponen, yakni rasio imbal hasil atas modal disetor (return on equity / ROE) dan rasio imbal hasil atas asset (return on asset/ROA).
- ROA
tujuannya adalah untuk menakar kemampuan perusahaan didalam mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan asset yg dimiliki.
rumus : (Laba bersih / Total asset) x 100%
Jika hasilnya mendekati 100% berarti hasilnya semakin bagus.
- ROE
tujuannya adalah untuk menakar kemampuan perusahaan didalam mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan modal yg dimiliki. Teman saya mengatakan "jika perusahan nilai ROE - nya kecil, berarti perusahaan tsb tidak bisa beranakin duit".
rumus : (Laba bersih / modal) x 100%
jika hasilnya mendekati 100% berarti hasilnya smakin bagus.
meskipun ROE dan ROA baik untuk menganalisa perusahaan namun pd kenyataannya laporan keuangan sebuah perusahaan bisa direkayasa sedemikian rupa ,tentunya dengan izin BAPEPAM. Mengenai lasaan pemberian izin ini terkadang merupakan rahasia,alasannya bisa karna perusahaan tsb terkait dengan hajat hidup org banyak ,kunci ekspor, dan sebagainya. rekayasa ini membuat ROE dan ROA terasa mengambang (bias). Sebagai tambahan, jika laporan keuangan tsb diterbitkan setiap 4 bulan sekali maka hasil ROE dan ROA tersebut dikalikan 3 untuk mencari hasil ROE dan ROA secara anual ( laporan dalam setahun).
Rasio Likuiditas
tujuan dai rasio ini adalah untuk menakar seberapa jauh sebuah perusahaan mampu bertahan hidup.Tidak cukup hanya mengetahui sebuah perusahaan untung atau rugi saja, melainkan seberapa lama hal tsb bisa dipertahankan.Bnayak perusahaan yg mampu menjaring banyak duit tp saat badai krisis tiba terpaksa banyak yg colaps akibat tak mampu membayar hutang atau hutangnya meningkat akibat kurs valuta asing.
jenis-jenisnya :
1.CR (Current Ratio) = (Aktiva Lancar / Passiva Lancar)
Aktiva dan Passiva adalah hutang-hutang yg mest dilunasi oleh perusahaan dalam jangka waktu 1 tahun. Jika hasil CR melebihi angka 1 berarti semakin baik karna perusahaan mampu membayar hutangnya.
2.QR (Quick Ratio) = (Aktiva lancar - Persediaan ) / Passiva Lancar
Persediaan pada dasarnya termasuk ke dalam aktiva lancar karna persediaan tsb adalah produk yg setiap saat harus terjual (terpakai).Namun seringkali persediaan menumpuk dan harganya terus merosot tajam, misalnya karena bagian marketing gagal atau tingkat efisiensi yg tinggi. oleh sebab itu seringkali persediaan dikeluarkan (dikurangi) untuk mendapatkan ratio sebenarnya alias quick ratio.jika hasil diatas 1, maka semakin baik.
3.DER (Debt to Equity Ratio) = (Hutang Jangka Panjang / Modal )
tujuannya untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan melunasi hutang jangka panjangnya.
untuk mendapatkan DER secara menyeluruh dapat dipergunakan rumus = (Total Hutang / Modal).
semakin kecil hasilnya semakin baik.
Pada waktu krisis ekonomi lalu banyak perusahaan yg ratio DER - nya menjadi minus. alasannya modal mereka menjadi negatif adalah akibat perubahaan nilai kurs yg drastis. DER adalah rasio untuk melihat seberapa besar kemampuan perusahaan melunasi hutangnya dengan modal yg mereka miliki. tak jd soal jika laba sedikit asal perusahaan tetap mampu membayar semua kewajibannya dengan modal yg dimiliki.
Namun sebuah perusahaan untung saja tidak cukup dijadikan alsan untuk memborong sahamnya.Selain kemampuan perusahaan mencetak laba, harus diperhitungkan juga kemampuan perusahaan tsb bertahan hidup, kemampuan membayar hutang,kemampuan membagi dividen, dan masih byk lg.
Jenis-jenis rasio fundamental :
1. Rasio Profitabilitas
2. Rasio Likuiditas
3. Rasio Investasi
4. Rasio Lainnya
Rasio profitabilitas
rasio ini pd dasarnya bertujuan untuk menakar seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan mencetak laba.Dengan membeli saham ,berarti anda sedang menyuntikkan dana segar ke perusahaan tersebut.Akibatnya modal perusahaan tsb bertambah.Jika modal bertambah tp kemampuannya mencetak laba tidak meningkat maka pasti ada sesuatu yg ganjil.Hal inilah yg mesti diperhatikan oleh setiap investor.
Rasio profitabilitas bisa diketahui dari 2 komponen, yakni rasio imbal hasil atas modal disetor (return on equity / ROE) dan rasio imbal hasil atas asset (return on asset/ROA).
- ROA
tujuannya adalah untuk menakar kemampuan perusahaan didalam mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan asset yg dimiliki.
rumus : (Laba bersih / Total asset) x 100%
Jika hasilnya mendekati 100% berarti hasilnya semakin bagus.
- ROE
tujuannya adalah untuk menakar kemampuan perusahaan didalam mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan modal yg dimiliki. Teman saya mengatakan "jika perusahan nilai ROE - nya kecil, berarti perusahaan tsb tidak bisa beranakin duit".
rumus : (Laba bersih / modal) x 100%
jika hasilnya mendekati 100% berarti hasilnya smakin bagus.
meskipun ROE dan ROA baik untuk menganalisa perusahaan namun pd kenyataannya laporan keuangan sebuah perusahaan bisa direkayasa sedemikian rupa ,tentunya dengan izin BAPEPAM. Mengenai lasaan pemberian izin ini terkadang merupakan rahasia,alasannya bisa karna perusahaan tsb terkait dengan hajat hidup org banyak ,kunci ekspor, dan sebagainya. rekayasa ini membuat ROE dan ROA terasa mengambang (bias). Sebagai tambahan, jika laporan keuangan tsb diterbitkan setiap 4 bulan sekali maka hasil ROE dan ROA tersebut dikalikan 3 untuk mencari hasil ROE dan ROA secara anual ( laporan dalam setahun).
Rasio Likuiditas
tujuan dai rasio ini adalah untuk menakar seberapa jauh sebuah perusahaan mampu bertahan hidup.Tidak cukup hanya mengetahui sebuah perusahaan untung atau rugi saja, melainkan seberapa lama hal tsb bisa dipertahankan.Bnayak perusahaan yg mampu menjaring banyak duit tp saat badai krisis tiba terpaksa banyak yg colaps akibat tak mampu membayar hutang atau hutangnya meningkat akibat kurs valuta asing.
jenis-jenisnya :
1.CR (Current Ratio) = (Aktiva Lancar / Passiva Lancar)
Aktiva dan Passiva adalah hutang-hutang yg mest dilunasi oleh perusahaan dalam jangka waktu 1 tahun. Jika hasil CR melebihi angka 1 berarti semakin baik karna perusahaan mampu membayar hutangnya.
2.QR (Quick Ratio) = (Aktiva lancar - Persediaan ) / Passiva Lancar
Persediaan pada dasarnya termasuk ke dalam aktiva lancar karna persediaan tsb adalah produk yg setiap saat harus terjual (terpakai).Namun seringkali persediaan menumpuk dan harganya terus merosot tajam, misalnya karena bagian marketing gagal atau tingkat efisiensi yg tinggi. oleh sebab itu seringkali persediaan dikeluarkan (dikurangi) untuk mendapatkan ratio sebenarnya alias quick ratio.jika hasil diatas 1, maka semakin baik.
3.DER (Debt to Equity Ratio) = (Hutang Jangka Panjang / Modal )
tujuannya untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan melunasi hutang jangka panjangnya.
untuk mendapatkan DER secara menyeluruh dapat dipergunakan rumus = (Total Hutang / Modal).
semakin kecil hasilnya semakin baik.
Pada waktu krisis ekonomi lalu banyak perusahaan yg ratio DER - nya menjadi minus. alasannya modal mereka menjadi negatif adalah akibat perubahaan nilai kurs yg drastis. DER adalah rasio untuk melihat seberapa besar kemampuan perusahaan melunasi hutangnya dengan modal yg mereka miliki. tak jd soal jika laba sedikit asal perusahaan tetap mampu membayar semua kewajibannya dengan modal yg dimiliki.
Kamis, 10 Juli 2008
Laporan Keuangan 1
Beberapa hal yg harus diperhatikan pada annual report :
1. Balance sheet ( neraca ).
2. Income statement ( rugi laba ).
3. Cash flow ( arus kas ).
Balance Sheet
neraca menggambarkan kondisi perusahaan, berapa besar kekayaan yg dimiliki (aktiva) dan berapa besar kewajiban ditambah modal yg dimiliki (passiva).
aktiva = harta
passiva = kewajiban + modal
maka rumus dari neraca adalah HARTA = KEWAJIBAN+MODAL.
Income Statement
fungsi dari laporan rugi laba ini adalah untuk melihat kinerja perusahaan.Jika perusahaan untung,maka kinerjanya bagus dan jika perusahaan merugi,maka kinerjanya buruk.Di dalam membaca income statement (laporan rugi laba) ini, tidaklah cukup hanya dengan melihat apakah perusahaan merugi atau beruntung tetapi kita juga harus membandingkan income statement tersebut. Dibandingkan dengan apa ???
1.Bandingkan annual income statement tsb dengan tahun-tahun sebelumnya.contoh, saat ini tahun berjalan adalah 2008 sementara tahun yg telah berlalu adalah 2007,2006,dst.maka yg kita bandingkan adalah antara th 2007 dengan th 2006, begitu seterusnya.jika kinerja perusahaan dari tahun 2006 ke tahun 2007 terus meningkat maka ada harapan di tahun 2008 kinerja perusahaan juga akan meningkat.
2.Bandingkan interim income statement tsb dengan quartal yang sama antara tahun ini dengan tahun sebelumnya. contoh ,saat ini laporan Q1 th 2008, maka kita membandingkannya dengan Q1 th 2007.Kenapa begitu ??? karna menurut beberapa hasil penelitian, pola perdagangan perusahaan selalu sama di setiap q1 th ini dengan q1 th sebelumnya atau q2 th ini dengan q2 th sebelumnya, begitu seterusnya.
3.Kedua hal diatas dibandingkan antara perusahan yg sdg dianalisa dg perusahaan lain sejenis dan di industri yg sama. Istilahnya adalah benchmark company. Sebab didalam sebuah industri selalu saja ada perusahaan yg paling unggul sehingga sering dipakai sebagai indikator terhadap perkembangan sektor industri tsb.Hal ini untuk melihat kewajaran atau ketidak wajaran sebuah perusahaan. contoh, misal PT.A mendapat untung 5 Milyar sementara PT yg lain secara rata-rata mendapat untung 15 Milyar, maka PT. A tidak lah bagus performa kinerja perusahaannya karna mendapatkan untung yg lebih kecil dari teman-temannya.jika perusahaan mendapatkan untung yg lebih besar atau lebih kecil dari rata-rata keuntungan yg di dapatkan oleh teman-temannya maka perusahaan tersebut ada ke anehan yg bisa kita telusuri melalui laporan keuangan dg cara mencari faktor-faktor inefisien.Jika tidak terdapat faktor-faktor inefisien di dalam laporan keuangan maka saham PT.A tsb jangan di pegang lama.
Cash Flow (arus kas)
Didalam arus kas, kita bisa melihat keluar masuknya uang keperusahaan. didalamnya akan terlihat jelas uang yg berhasil di kumpulkan akan di gunakan untuk apa dan berasal dari mana.Ada 3 faktor penting dalam cash flow ini :
a.operasional:
perusahaan yg sehat sudah pasti akan mendatangkan keuntungan dari kegiatan operasionalnya dan keuntungan bukan berasal dari pendanaan (hutang).
b.investasi :
investasi adalah kegiatan lain perusahaan diluar bidang bisnisnya didalam memutarkan uang.
investasi ini penting karna perusahaan memiliki dana lebih seperti laba yg ditahan sebelum di bagikan dalam bentuk dividen, dan ingin memaksimalkan laba tsb.misalnya, di investasikan dalam bentuk saham, deposito, atau obligasi, dan lain sebagainya.
c.pendanaan
Laporan arus kas ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membagikan deviden.
1. Balance sheet ( neraca ).
2. Income statement ( rugi laba ).
3. Cash flow ( arus kas ).
Balance Sheet
neraca menggambarkan kondisi perusahaan, berapa besar kekayaan yg dimiliki (aktiva) dan berapa besar kewajiban ditambah modal yg dimiliki (passiva).
aktiva = harta
passiva = kewajiban + modal
maka rumus dari neraca adalah HARTA = KEWAJIBAN+MODAL.
Income Statement
fungsi dari laporan rugi laba ini adalah untuk melihat kinerja perusahaan.Jika perusahaan untung,maka kinerjanya bagus dan jika perusahaan merugi,maka kinerjanya buruk.Di dalam membaca income statement (laporan rugi laba) ini, tidaklah cukup hanya dengan melihat apakah perusahaan merugi atau beruntung tetapi kita juga harus membandingkan income statement tersebut. Dibandingkan dengan apa ???
1.Bandingkan annual income statement tsb dengan tahun-tahun sebelumnya.contoh, saat ini tahun berjalan adalah 2008 sementara tahun yg telah berlalu adalah 2007,2006,dst.maka yg kita bandingkan adalah antara th 2007 dengan th 2006, begitu seterusnya.jika kinerja perusahaan dari tahun 2006 ke tahun 2007 terus meningkat maka ada harapan di tahun 2008 kinerja perusahaan juga akan meningkat.
2.Bandingkan interim income statement tsb dengan quartal yang sama antara tahun ini dengan tahun sebelumnya. contoh ,saat ini laporan Q1 th 2008, maka kita membandingkannya dengan Q1 th 2007.Kenapa begitu ??? karna menurut beberapa hasil penelitian, pola perdagangan perusahaan selalu sama di setiap q1 th ini dengan q1 th sebelumnya atau q2 th ini dengan q2 th sebelumnya, begitu seterusnya.
3.Kedua hal diatas dibandingkan antara perusahan yg sdg dianalisa dg perusahaan lain sejenis dan di industri yg sama. Istilahnya adalah benchmark company. Sebab didalam sebuah industri selalu saja ada perusahaan yg paling unggul sehingga sering dipakai sebagai indikator terhadap perkembangan sektor industri tsb.Hal ini untuk melihat kewajaran atau ketidak wajaran sebuah perusahaan. contoh, misal PT.A mendapat untung 5 Milyar sementara PT yg lain secara rata-rata mendapat untung 15 Milyar, maka PT. A tidak lah bagus performa kinerja perusahaannya karna mendapatkan untung yg lebih kecil dari teman-temannya.jika perusahaan mendapatkan untung yg lebih besar atau lebih kecil dari rata-rata keuntungan yg di dapatkan oleh teman-temannya maka perusahaan tersebut ada ke anehan yg bisa kita telusuri melalui laporan keuangan dg cara mencari faktor-faktor inefisien.Jika tidak terdapat faktor-faktor inefisien di dalam laporan keuangan maka saham PT.A tsb jangan di pegang lama.
Cash Flow (arus kas)
Didalam arus kas, kita bisa melihat keluar masuknya uang keperusahaan. didalamnya akan terlihat jelas uang yg berhasil di kumpulkan akan di gunakan untuk apa dan berasal dari mana.Ada 3 faktor penting dalam cash flow ini :
a.operasional:
perusahaan yg sehat sudah pasti akan mendatangkan keuntungan dari kegiatan operasionalnya dan keuntungan bukan berasal dari pendanaan (hutang).
b.investasi :
investasi adalah kegiatan lain perusahaan diluar bidang bisnisnya didalam memutarkan uang.
investasi ini penting karna perusahaan memiliki dana lebih seperti laba yg ditahan sebelum di bagikan dalam bentuk dividen, dan ingin memaksimalkan laba tsb.misalnya, di investasikan dalam bentuk saham, deposito, atau obligasi, dan lain sebagainya.
c.pendanaan
Laporan arus kas ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membagikan deviden.
Kamis, 03 Juli 2008
Faktor yg mempengaruhi pergerakan saham
Kenapa harga saham naik dan turun ?? Ini semua pasti ada sebab akibatnya.
1.Faktor fundamental perusahaan sangat mempengaruhi.
2.Faktor ekonomi secara mikro dan makro.
Faktor fundamental :
seperti laporan-laporan keuangan perusahaan. misalnya, jika pada suatu quartal perusahaan mendapatkan keuntungan maka hal tsb bisa mempengaruhi kinerja perusahaan untuk lebih bagus lagi kedepannya sehingga mengakibatkan para investor percaya untuk menanamkan uangnya pada perusahaan tsb.Atau contoh lainnya, perusahaan melakukan corporate action seperti akuisisi,penambahan lahan, dan lain sebagainya.
Faktor ekonomi secara mikro dan makro :
mikro , keadaan perekonomian suatu negara. jika keadaan perekonomian suatu negara dalam keadaan bagus maka uang yg mengalir akan banyak dan menggairahkan dunia investasi dimana hal ini akan berpengaruh positif terhadap emiten (perusahaan yg tercatat pada bursa efek indonesia).
makro, perekonomian secara menyeluruh atau dunia. jika ekonomi dunia rata2 melamban maka efeknya akan terasa di setiap negara.
1.Faktor fundamental perusahaan sangat mempengaruhi.
2.Faktor ekonomi secara mikro dan makro.
Faktor fundamental :
seperti laporan-laporan keuangan perusahaan. misalnya, jika pada suatu quartal perusahaan mendapatkan keuntungan maka hal tsb bisa mempengaruhi kinerja perusahaan untuk lebih bagus lagi kedepannya sehingga mengakibatkan para investor percaya untuk menanamkan uangnya pada perusahaan tsb.Atau contoh lainnya, perusahaan melakukan corporate action seperti akuisisi,penambahan lahan, dan lain sebagainya.
Faktor ekonomi secara mikro dan makro :
mikro , keadaan perekonomian suatu negara. jika keadaan perekonomian suatu negara dalam keadaan bagus maka uang yg mengalir akan banyak dan menggairahkan dunia investasi dimana hal ini akan berpengaruh positif terhadap emiten (perusahaan yg tercatat pada bursa efek indonesia).
makro, perekonomian secara menyeluruh atau dunia. jika ekonomi dunia rata2 melamban maka efeknya akan terasa di setiap negara.





