Skema Investasi

Skema Investasi
Skema Investasi

Ekonomi Cycle

Ekonomi Cycle
Source : http://www.fxwords.com/f/fundamental-analysis.html

Indonesia InterBank Rate

Indonesia Total Car Sales

Indonesian 10Yr Bond Yield

Jakarta Stock Exchange

Fx Info Box

Fx Weekly Range

Fx Monthly Pip Banked

Minggu, 21 April 2013

UANG

Jika diperhatikan saat ini sepertinya uang telah berubah menjadi sebuah komoditi yang paling dicari-cari manusia. Ada juga benarnya fenomena tersebut karna di jaman sekarang ujung-ujungnya adalah uang.
Banyak keluarga maupun sanak saudara kita atau diri kita sendiri yang pada akhirnya terjebak pada system uang ini dan parahnya seolah-olah "men-tuhan-kan" uang. Semoga kita semua terhindar dari godaan uang dan jika tergoda, semoga kembali ke jalan yang benar.

Ada baiknya kita melihat sejarah dari uang ini. Berawal dari kebutuhan jasmani dan rohani manusia terhadap "benda" dan berkembang menjadi "harta". Jasmani membutuh sebuah benda yang di sebut komoditi untuk kebutuhan primer, sekunder, dan lux. Rohani membutuhkan "semua benda" untuk ego atau nafsunya yang berujung pada keserakahan.
Semua benda yang dibutuhkan manusia, ada di bumi ini yang telah diberikan atau disiapkan TUHAN untuk mensuply kebutuhan manusia di dunia. Dengan benda-benda tersebut untuk memenuhi berbagai macam kebutuhannya maka terciptalah sebuah system pertukaran barang yang disebut dengan "barter".
Sebagai contoh, si A memiliki beras sebanyak 1 karung dan si B  memiliki kentang sebanyak 1/2 (setengah) karung. Si A membutuhkan barang yang ada pada si B dan si B menginginkan barang yang ada pada si A dan mereka bertemu pada suatu tempat dan melakukan pertukaran, yaitu si A menukarkan setengah karung berasnya dengan semua kentang yang di miliki oleh si B dan si B mendapatkan setengah karung beras.
Barang awal yang dimiliki A saya kasi warna biru dan barang awal yang dimiliki B saya kasi warna ungu. Perhatikan perpindahan barang A ke B dan barang B ke A.

Pada ilustrasi diatas bisa kita lihat bahwa setengah karung beras dihargai sama dengan setengah karung kentang dan si A akhirnya memiliki dua buah benda dengan berat 1 karung dan si B memiliki benda baru dengan berat setengah karung juga. Bisa disimpulkan bahwa si A bertambah hartanya meskipun ukurannya tetap dan si B tetap hartanya cuman bendanya saja yang berubah.
Inilah yang di sebut dengan barter. Lama kelamaan orang-orang mulai merasa susah untuk membawa beban yang berat (bayangkan jika anda menginginkan setengah karung kentang maka anda harus membawa setengah karung beras. contoh diatas), pertanyaanya apakah setengah karung beras sama nilainya dengan setengah karung kentang ?
Ringkasnya, pada abad sebelum masehi orang-orang mencari solusi untuk hal ini, dimana orang-orang ini menyatakan bahwa emas-lah yang dijadikan alat tukar dimana emas ini adalah sebuah logam yang tahan lama, tidak berkarat dan memiliki nilai maupun nominal yang sesuai dan nilainya relatif stabil. Lalu orang-orang pada zaman itu mencetak emas menjadi koin yang mana koin-koin emas tersebut di sebut sebagai uang. Koin yang dicetak dari emas (menggunakan bahan emas) inilah yang menjadi alat tukar, sebuah system yang lebih baik dari pada barter.
Munculah pertanyaan dari hal ini "orang tertentu bisa saja memiliki tambang emas dan mencetak koin emas untuk diri mereka sendiri ?"
orang-orang pada zaman itu mengambil kebijakan lagi bahwa koin-koin emas tersebut akan di berikan stempel khusus diatasnya sebagai tanda keabsahannya dari pemerintahan, jadi hanya koin-koin emas yang disetujui pemerintahanlah yang akan digunakan sebagai alat tukar. Hal inilah yang dilakukan umat manusia ribuan tahun lamanya.
Dalam sejarah islam pun juga menggunakan system uang dimana koin-koin emas dan perak digunakan. Tercatat bahwa 1 koin emas mengandung 4.25 gram emas dan 1 koin perak mengandung 2.975 gram perak. Perbandingan ukuran antara emas dan perak adalah 7:10 berarti berat 7 koin emas (4.25 gram emas x 7 koin emas = 29.75 gram emas) sama dengan berat 10 koin perak (2.975 gram perak x 10 koin perak = 29.75 gram perak).
Bagaimana dengan nilainya ? Pada awalnya mereka menggunakan ratio 1:10 yang artinya nilai 1 koin emas sama dengan nilai 10 koin perak. Jadi dibutuhkan 10 koin perak supaya bisa ditukarkan dengan 1 koin emas.

 Sumber : Diambil dari berbagai macam media dan diolah

Beberapa sejarah yang tercatat pada berbagai buku maka bisa kita lihat perubahan-perubahan kedua logam ini meskipun rationya sama yang berarti nilainya berubah

 Sumber : Dari berbagai macam media dan diolah

Pada masa Islam nilainya di patok 1 koin emas sama dengan 10 koin perak dan beratnya juga di patok yaitu
1 koin emas sama dengan 4.25 gram emas dan 1 koin perak sama dengan 2.975 gram perak.
Tapi telah terjadi perubahan-perubahan pada nilainya, bisa diasumsikan bahwa untuk :
  1. Kolom koin perak pada SEJARAH NILAI jika NILAI nya lebih Besar dari 10 menandakan harga emas sudah masuk kategori MAHAL.
  2. Kolom koin perak pada SEJARAH BERAT jika NILAI nya lebih besar dari 10 menandakan harga emas sudah masuk kategori MAHAL.
Pada harga penutupan tanggal 19 April 2013 (emas $ 1,392.60/Oz dan perak $ 22.96/Oz) nilainya berubah dari 1:10 menjadi 1:60.6 dan takaran berat berdasarkan harga juga berubah dari 7:10 menjadi 7:42.4.

Sampai disini, bisa disimpulkan bahwa barang masih ditukarkan dengan barang atau barter masih terjadi tapi bentuk dan nilainya sudah berubah dan memiliki standard yaitu koin emas.

Ribuan tahun orang berdagang menggunakan koin-koin emas sampai mereka menemukan masalah bahwa membawa emas dan perak kemana-mana juga dirasakan masih terlalu berat.
Pada abad 16 masalah ini terpecahkan dengan munculnya para tukang emas (goldsmith) menjadi banker. Yang paling banyak tercatat tentang para goldsmith ini banyak muncul di England perbankan mulai semarak dimana para goldsmith ini menyediakan tempat peyimpanan emas bagi seluruh orang maupun negara, siapa pun yang menyimpan emas pada mereka akan dikenakan biaya penyimpanan. Kegiatan ini semakin semarak dengan munculnya keluarga yahudi yang bernama Rothschild menjadi goldsmith. Sebagai tanda bukti bahwa si A atau si B menyimpan emas pada mereka, maka si A dan si B akan diberikan sebuah kwitansi yang menyatakan bahwa si A telah meyimpan emas pada goldsmith sebanyak sekian gram atau bahwa si B telah menyimpan emas pada goldsmith sebanyak sekian kilogram. Lama kelamaan kwitansi tersebut berubah menjadi alat tukar karna orang-orang malas untuk bolak-balik ke tempat goldsmith untuk mengambil emas sebelum pergi ke pasar dan hal inilah pemicu terjadinya UANG KERTAS.
Para tukang emas ini menyarankan kepada pemerintah untuk menjadikan uang kertas sebagai alat tukar yang sah dan semua biaya cetak uang tersebut dibayarkan oleh para tukang emas ini. meyebarlah uang kertas di masyarakat dan simpanan emas rakyat maupun negara tersimpan pada bunker-bunker goldsmith ini, tukang emas berubah menjadi BANKER. Bisnis semakin bergairah, rakyat dan negara senang karna tidak perlu repot-repot membawa benda-benda berat untuk melakukan barter. Ekonomi semakin maju hingga banyak orang yang membutuhkan lebih banyak uang kertas lagi untuk melakukan bisnis sehingga terciptalah system kredit dan dari setiap kredit yang di kucurkan akan dimintai BUNGA dan JAMINAN, yang tidak bisa bayar hutang maka jaminan akan DISITA. Disnilah ANEHnya dan sebagai contoh misalkan pada satu negara yang bernama republik abal-abal terdapat 5 orang, si A seorang banker , si B presiden, si C pebisnis kayu, si D pebisnis brg tambang, dan si E pebisnis manufactur. si A atau banker menyetak uang senilai $80 dan di pecah menjadi pecahan $20, berarti terdapat 4 lembar uang kertas pecahan $20 dengan total semua adalah $80.
A banker yang menerbitkan uang kertas
B mendapatkan selembar pecahan $20
C mendapatkan selembar pecahan $20
D mendapatkan selembar pecahan $20
E mendapatkan selembar pecahan $20
Uang menyebar, bisnis bergairah dan negara abal-abal menjadi maju. Masyarakat negara abal-abal membutuhkan lebih banyak uang lagi sehingga si goldsmith mencetak uang baru dengan perbandingan 1:9 karna si goldsmith berpendapat bahwa di dalam 9 orang yang meminjam akan terdapat 1 orang yang tidak bisa mengembalikan pinjaman. goldsmith mencetak uang baru dengan total nilai sebesar $80 x 9 = $ 720 yang mana setiap kreditur yang meminjam akan di kenakan bunga sebesar 5% setiap tahun dari jumlah yang dipinjam. Jaminan dari seluruh uang tersebut adalah simpanan emas rakyat yang ada pada goldsmith. Seluruh uang menyebar di masyarakat dengan total nilai $80 + $720 = $ 800 tapi yang dikenakan bunga 5% hanya dari nilai $720 (uang baru) atau sebesar $720 x 5% = $36. Semua orang senang karna bunganya tidaklah besar tapi ada keanehan dari system ini yaitu bunga 5% atau $36, ke anehannya adalah bagaimana bisa bunga 5% atau $36 tersebut bisa dibayarkan sementara jumlah uang yang ada hanya $800 saja ?
jika di cicil maka hitungannya menjadi $800 / $36 = 22.2 Tahun, jumlah uangnya tidak cukup untuk membayar bunga tersebut meskipun kecil nilainya. Jika pun uang baru tidak di cetak tapi dikenakan bunga 5% berarti $80 x 5% = $4, jika dicicil maka dalam $80 / $4 = 20 tahun uang tersebut habis dan kembali semuanya kepada banker.
Sebuah fenomena yang menarik bukan ? ingatlah, yang memproduksi uang hanya BANKER, bukan rakyat dan juga bukan pemerintah tapi BANKER. Yang mengatur supply uang juga BANKER.
Solusi yang ditawarkan banker adalah dengan terus menerus mencetak uang baru sampai pada akhirnya simpanan emas tidak cukup untuk melunasi bunga sehingga tidak ada lagi penjaminan uang dari simpanan (emas), penjaminan uang terhadap emas berakhir dengan berakhirnya perjanjian Bretton Woods pada tanggal 15 Agustus 1971 dan system Gold Standard pun berakhir.
Munculah system baru yang di sebut dengan DEBT BASED MONEY SYSTEM (system uang berdasarkan hutang) dan hutang terus-terusan digandakan yang di kenal dengan istilah FRACTIONAL RESERVE BANKING (menggandakan kredit). System baru ini digunakan oleh seluruh negara dan jika ada negara yang menolak akan berujung pada PERANG. Terkadang masing-masing negara memiliki istilah atau sebutan sendiri terhadap debt based money system ini tapi selagi masih saja ada bunga maka semua SAMA SAJA.
Salah satu quote dari Rothschild :
“Biarkan saya yang mengontrol uang sebuah negara, maka saya tidak peduli siapa yang menulis hukum di negara tersebut.” - Mayer Amschel Rothschild. 1790 –
Penjelasan mengenai debt based money system ini bisa diliat pada video Youtube
Penjelasan mengenai Fractional reserve banking bisa dilihat pada video Youtube
Dengan penciptaan HUTANG ekonomi sekarang bisa bergerak pesat dan yang akan berhutang adalah kita juga sebagai umat manusia jadi hutang kitalah yang menggerakkan perekonomian.
Bicara soal bahan uang secara teori, turunnya nilai uang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan bahan apa yang dipakai untuk dijadikan sebagai uang. Menyalahkan inflasi kepada uang kertas rasanya merupakan statement yang kurang adil kepada uang kertas karna kontrol supply uang lah yang menjadi masalah, kita yang mengizinkan fractional reserved banking, kembali pun ke system gold standard juga tidak akan merubah apa-apa kalau kita tetap hidup dalam fractional reserve banking dengan ratio yang bisa dirubah sesuka hati. Uang kertas memang bisa dipalsukan dan begitu juga dengan nota emas.
Saya sendiri tidak masalah bahan apa yang digunakan sebagai uang, problemnya adalah debt based money system, bunga uang, dan fractional reserve banking.
Begitu banyaknya uang dicetak dan itulah yang akan di control oleh banker, jika kebanyakan supply uang maka terjadi HYPER INFLASI dan jika sedikit supply maka terjadi DEFLASI.
Proses pencetakan uang ini bisa kita temui juga pada sebuah perusahaan. Jika perusahaan tersebut sedang dalam kondisi rusak (kekurangan uang dan hutang banknya menggunung) maka  pihak manajemen perusahaan tersebut akan memberi opsi kepada pemegang saham untuk melakukan right issue (penambahan modal dan otomatis jumlah saham beredar bertambah) atau membiarkan perusahaan mendaftarkan diri ke pengadilan niaga untuk pailit. Jika opsi yang dipilih adalah right issue maka modal perusahaan akan bertambah dan jumlah saham juga bertambah perusahaan akan kebanjiran modal dan pasar saham akan kebanjiran saham. Jika semua rencana pihak manajemen dilakukan dengan benar dan lancar maka akan memberikan arus uang masuk kedalam perusahaan dan meningkatkan pendapatan perusahaan. efek lainnya dari aksi ini jika berjalan lancar adalah kenaikan pada harga saham (seperti negara China) tapi jika tidak berjalan lancar maka perusahaan akan kekeringan modal lagi dan harga saham tidak akan naik (seperti negara Jepang).
sebagai contoh pada negara :

INFLASI (kenaikan harga barang dan jasa)

Pada negara abal-abal terdapat 10 orang, supply uang yang ada hanya cukup untuk 6 orang saja dan 4 orang lainnya tidak punya uang tentunya daya beli jadi berkurang dan orang-orang sedikit kewalahan untuk melakukan bisnis. Orang bisa saja mengatakan tidak suka dengan inflasi (kenaikan harga) "apa-apa mahal!" tapi bayangkan jika terjadi DEFLASI (penurunan harga) seperti Jepang dan China juga pernah mengalaminya, siapa lagi yang mau berbisnis?. Lalu banker dengan kekuasaan control supply uangnya mencetak uang baru sehingga semua orang  memiliki uang, tentunya daya beli jadi meningkat karna yang mampu untuk membeli barang dan jasa tidak lagi 6 orang tapi sudah 10 orang. Kebanyakan supply uang juga tidak baik, kita gunakan contoh tadi dimana sebelumnya hanya 6 orang yang memiliki uang, masing-masing memiliki selembar uang lalu banker mencetak uang baru sehinga sekarang 10 orang yang memiliki selembar uang sehingga daya beli jadi meningkat dan berefek kepada kenaikan barang dan jas, bagaimana jika 10 orang memiliki 100 lembar uang? tentunya daya beli menjadi tajam dan bisa berefek kepada "ketidak controlan" harga. Harga menjadi tidak karuan naiknya karna daya beli yang tajam dan uang telah bertrasnformasi menjadi barang dan jasa sehingga di ujung acara kekeringan uang, daya beli mulai melemah lagi, pebisnis stop berbisnis karna kekeringan uang. Dan aura deflasi (penurunan harga) mulai muncul ke permukaan.
Hey, kenapa bisa kekeringan uang bukankah uang banyak beredar ?
ingat " YOU PAY A INTEREST (kamu orang bayar bunga)" bunga pada syariatnya bisa terbayar tapi pada hakekatnya tidak bisa dibayar karna uang untuk membayar bunga itu tidak exist, TIDAK ADA.
UANG DICETAK $1.000 DAN DIMINTAI BUNGA HANYA 1 CENT DOLLAR SAJA. MENURUT ANDA DARI MANA 1 CENT DOLLAR INI MUNCUL ? APAKAH BISA MUNCUL ?
Jadi uang menguap begitu saja, HILANG TANPA BEKAS oleh bunga. Karna kekeringan uang maka daya beli kembali menurun, pebisnis banyak yang berhenti berbisnis, mulai banyak yang tidak sanggup bayar hutang (kreadit macet) dan ini akan mempercepat proses deflasi muncul ke permukaan.

DEFLASI (penurunan harga)

Berawal dari kekeringan uang akhirnya deflasi muncul, BARANG dan JASA bersedia untuk dibayar murah (tidak ada uang lagi untuk membayar mahal dan membeli sesuatu). Negara yang terkenal parah dengan deflasi adalah JEPANG.
dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa era th 96-2000 adalah puncak dari kenaikan harga (inflasi) di jepang dan hingga sekarang trend harganya masih dalam kondisi menurun (deflasi). Jangankan harga mobil yang menurun di jepang, harga TANAH juga ikut menurun karna tidak adanya daya beli kekeringan uang.

ini gambar tingkat hutang jepang, trend nilai hutangnya terus naik dan tercatat saat ini hutangnya 200% lebih besar dari GDP negaranya. Hal ini juga bisa menyatakan bahwa di jepang banyak uang beredar saat ini.
Beberapa minggu lalu Jepang menyatakan untuk mencetak uang lagi supaya adanya inflasi di negaranya.
Link berita Jepang mencetak uang lagi 2013.

gambar deflasi yang pernah terjadi di China
Th 1995 tercatat sebagai tahun terakhir puncak inflasinya dan setelah itu deflasi. China sudah bisa dikatakan baik keadaannya karna mulai ada trend kenaikan sejak th 2000 hingga sekarang dan tingkat hutang China terhadap GDP nya bisa dilihat pada gambar dibawah


Trend hutangnya juga menaik tapi besarnya hanya sekitar 24% dari GDP nya. Ketika Inflasi China naik tajam sejak th 1990 an hingga 1995, maka tingkat hutang china terlihat menyusut (th 1992). inflasi naik tapi debt to GDP menyusut maka bisa diasumsikan bahwa China pada masa itu kekeringan uang yang pada akhirnya mereka cetak uang th 1998 dan terus menaik trend hutangnya hingga sekarang. Supply uang yg mulai banyak membuat China berhasil keluar dari Deflasi.
Supply uang yang banyak akan memicu daya beli dan akhirnya aura inflasi akan muncul ke permukaan.

Itulah gambaran control inflasi dan deflasi yang di control oleh banker. Para pemikir economy radical menyatakan sebuah rumus :
MORE MONEY =  MORE DEBT
LESS MONEY   =  LESS BEDT
Artinya jika ingin UANG maka berhutanglah dan jika tidak ingin BERHUTANG maka akan kekurangan uang. Uang anda diciptakan dari HUTANG yang nantinya akan meng-UAP hilang tak berbekas dengan sendirinya.
Berhutang berarti berjanji seperti sebuah pepatah "your word is your bond (kata-kata mu adalah janji mu)" maka hidup anda pun juga sebuah perjanjian "your life is a treaty".
Uang yang menguap karna BUNGA, maka simpanan anda juga bisa menguap saat anda membayar HUTANG seperti yang ada pada video Youtube ini.

Pada zaman sekarang bagaimana proses penciptaan uang tersebut ?
Penciptaan uang dimulai ketika para politisi mengatakan “Pilih saya dan saya akan memastikan pemerintah memberikan anda lebih banyak hal gratis dari lawan saya”. Pada dasarnya tidak ada yang namanya hal gratis pada system ini karna untuk makan siang saja mesti bayar. Oleh sebab itu para politisi memilih Negara untuk menghabiskan lebih banyak pendapatan Negara untuk hal ini dan inilah yang disebut pengeluaran deficit. Untuk membayar pengeluaran deficit maka badan keuangan negara meminjam uang dengan menerbitkan surat hutang (obligasi).
Apakah yang disebut dengan obligasi ? jika difikirkan baik-baik maka obligasi tersebut tidak lebih dari sebuah surat pengakuan hutang (I Owe You) atau biasa disebut dengan IOU yang di atasnya diberikan nomor cetak dan menyatakan “berikan saya pinjaman satu trilliun hari ini dan saya berjanji akan melunasinya dalam 10 tahun, berikut dengan bunga”.
Yang perlu dipahami lagi bahwa obligasi yang diterbitkan oleh badan keuangan Negara merupakan hutang nasional dan harus dibayarkan kembali oleh anda, saya dan keturunan kita dimasa depan melalui perpajakan dimasa depan. Pada saat badan keuangan menerbitkan obligasi maka bank sentral akan muncul sebagai dewa penolong untuk membeli obligasi negara tersebut dan membuat keuntungan dari bunga obligasi. Bank sentral ini pun tidak seperti bank-bank konvensional yang memiliki saldo pada accountnya dan menyalurkan kredit atau menyalurkan uang kepada rakyat tapi bank sentral ini merupakan bank yang mengatur regulasi perbankan dan tidak memiliki saldo pada accountnya.
Pada saat bank sentral menuliskan cek maka tidak ada deposit pada cek tersebut berarti bank sentral tidak memiliki saldo dan tidak memiliki deposit maka disaat bank sentral menuliskan cek maka artinya bank sentral menciptakan uang (money) dengan mata uang saat itu (currency). Ada perbedaan mendasar tentang money (uang) dan currency (mata uang) jadi kedua hal ini bukanlah hal yang sama melainkan berbeda . Money adalah uang yang kita pegang setiap harinya jadi bersifat nyata dan currency adalah mata uang dan bersifat tidak nyata. Biasanya currency ini hanya dalam bentuk pencatatan saja seperti saat anda melihat angka-angka pada saldo tabungan anda dan itulah currency. Sebagai contoh, saldo tabungan tertulis Rp 1.000.000 dan berarti ada mata uang (currency) sebesar Rp 1.000.000 dan pada saat anda menarik uang sebesar Rp 100.000 maka anda mendapatkan uang (money). Saldo anda pun berubah dimana mata uang (currency) sebesar Rp 900.000 dan anda memegang uang (money) ditangan anda sebesar Rp 100.000.
Pada lembaran uang (money) pun juga tertulis angka seperti RP 100.000, Rp 50.000, Rp 10.000, dan seterusnya. Angka-angka tersebut yang tertera pada uang (money) disebut sebagai mata uang (currency) dan lembaran uang (money) tersebut disebut dengan uang (money). Dari hal ini bias dimengerti bahwa uang (money) tersebut bersifat nyata dan mata uang (currency) bersifat tidak nyata.
Lalu manakah yang disebut sebagai uang (money) dan mata uang (currency) antara uang dan obligasi ? obligasilah yang bersifat sebagai mata uang (currency) dan uang (money) bersifat sebagai uang (money).
Lalu bagaimana proses penciptaan uang (money) melalui mata uang (currency) ? Proses awalnya dimulai dari badan keuangan Negara menerbitkan obligasi dan obligasi tersebut dibeli dengan uang (money) oleh bank-bank konvensional maka pertukaran uang (money) dengan obligasi (currency) terjadi antara badan keuangan Negara dengan bank konvensional. Pada level ini badan keuangan Negara mendapatkan uang (money) dan bank konvensional mendapatkan obligasi. Pada level selanjutnya, bank sentral menerbitkan cek dan bank konvensional menukarkan obligasi yang diterbitkan oleh badan keuangan Negara kepada bank sentral dimana bank sentral akan memberikan secarik kertas berbentuk cek kepada bank konvensional dan selanjutnya secara ajaib uang (money) tercipta. Cek pun bersifat sama dengan obligasi, yaitu sebagai mata uang (currency).

Jika diurutkan maka kejadiannya akan terlihat sebagai berikut :
1. Obligasi yang diterbitkan oleh badan keuangan Negara dibeli oleh bank konvensional.
2. Bank konvensional menukarkan obligasi tersebut dengan cek yang diterbitkan oleh bank sentral.
Tapi yang sebenarnya terjadi adalah badan keuangan Negara hanya menukarkan obligasi kepada bank sentral dengan perantara bank konvensional dan secara ajaib uang (money) tercipta.

Level 1:
Badan keuangan Negara menerbitkan obligasi dan bank konvensional memiliki uang (money).

Level 2:
Badan keuangan Negara menerbitkan obligasi dan obligasi tersebut dibeli oleh bank konvensional yang dibayarkan dengan uang.
Level 3:
Bank konvensional memegang obligasi badan keuangan Negara dan bank sentral menerbitkan cek.


Level 4:
Bank konvensional menukarkan obligasi yang mereka beli dengan cek yang diterbitkan oleh bank sentral


Level 5:
Pertukaran antara obligasi dan cek yang terjadi antara bank konvensional dengan bank sentral secara ajaib akan menciptakan uang yang dipegang oleh bank konvensional.

Seluruh gambar-gambar diatas diambil dari Youtube 

Dengan melihat gambar-gambar ini maka kelihatan bahwa sebenarnya badan keuangan Negara hanya bertukar obligasi dengan bank sentral dan secara ajaib uang tercipta atau uang dicetak.
Dicetak dari ketiadaan. Dicetak tanpa harus ada deposit. Dicetak tanpa susah payah. Dicetak tanpa jaminan apa pun. Tidak seperti saya atau pun anda yang harus bersusah payah untuk mendapatkan uang. Harus memberikan jaminan. Harus memberikan deposit.
Ingatlah bahwa obligasi tersebut ada bunganya karna pada lembaran obligasi tertulis “berikan saya pinjaman satu trilliun hari ini dan saya berjanji akan melunasinya dalam 10 tahun, berikut dengan bunga”.
Siapa yang akan membayarkan bunga tersebut ? jawabannya adalah saya, anda, dan anak cucu kita.

Inilah gambaran tentang UANG, jangan sampai TUHAN anda berubah menjadi UANG.

Source : LINK
Agama samawi manapun juga melarang memperjual belikan uang dan meminta lebih terhadap hutang (riba). Ada yang melarang hanya untuk sanak keluarga saja dana ada yang melarang untuk semua umat manusia.

Rabu, 17 April 2013

MEDC 2013

Website MEDC dan Struktur Organisasi MEDC .
Data Quarter terakhir dalam penulisan ini adalah quarter 3 tahun 2012.

MEDC adalah salah satu perusahaan sektor energi. Medc ini terkenal banyak melakukan operasi di sumur-sumur minyak negara Libya yang pernah dipimpin oleh Muammar Gaddafi . Rezim Gaddafi digulingkan partisipan pada tahun 2011. Cadangan terbukti libya memiliki urutan ke 9 di dunia dengan total 46,420,000,000 bbl dan memiliki urutan ke 29 di dunia untuk kategori produksi dengan total 502,400 bbl/day.
Semenjak rezim gaddafi digulingkan maka memiliki imbas juga kepada MEDC yaitu explorasinya menjadi turun drastis yang berefek kepada turunnya revenue.
keterangan :
1. Revenue = pendapatan
2. Liability  = hutang
3. Equity    = modal
4. Asset     = harta
5. Bank     = cash ( dana yang disimpan dalam bentuk tabungan, deposito, saham, atau obligasi. -
                    yang sifatnya bisa cepat dicairkan)
6. Opex    = total biaya operasi
7. Q         = quarter terakhir, tepatnya Q3 - 2012

Terlihat bahwa pada quarter terakhir revenue dan opex medc turun drastis, ini disebabkan imbas dari hancurnya rezim gaddafi sehingga medc tidak banyak beroperasi. Dan pada akhirnya medc memiliki banyak dana-dana yang bersifat bisa cepat dicairkan. Hal ini memberi pengertian bahwa medc sedang memiliki banyak cash. Memiliki banyak cash bisa diartikan juga " KAYA " tapi kebanyakan cash juga tidak baik, lebih baik dananya digunakan untuk kegiatan operasional.
Apakah medc tidak berusaha untuk beroperasi lagi agar revenue kembali meningkat ? Berdasarkan arsip berita dari www. inilah .com maka bisa kita lihat bahwa medc banyak juga memiliki rencana strategis ke depannya. Medc masih memiliki prospek yang lumayan bagus ke depan, mungki 2th atau 5th ke depan.

Margin bisnis

Book ratio
Dari laporan MEDC ini bisa disimpulkan bahwa MEDC sedang mengalami penurunan pendapatan karena kurangnya operasi perusahaan, setidaknya keuangan medc masih bisa di kategorikan OK.

Valuasi harga ke depan


PBV 10.000x artinya sama dengan PBV 1x.
PSR (Price to revenue per share) 10.000x artinya sama dengan PSR 1x.
PER 50.000x artinya sama dengan PER 5x.
Angka-angka ratio tersebut menjadi besar karna laporan keuangan dalam bentuk mata uang US Dollar sementara harga pembagi dalam bentuk mata uang Rupiah.
Memberikan bobot PER sebesar 5x karena MEDC sedang dalam keadaan tidak banyak operasi jadi untuk jaga-jaga kalau Rencana MEDC ke depan banyak yang gagal.
Hasilnya di perkirakan harga medc ke depan jika berjalan lancar adalah Rp 3.500 hingga Rp 4.500 per lembar saham.
Sekarang kita lihat bagaimana respon pasar terhadap medc melalui teknikal analisis.
Terlihat pada grafik medc ber-time frame yearly (satu candlestick artinya pergerakan dalam satu tahun) pasar merespon rencana-rencana medc ke depan dengan berhentinya harga untuk turun (tidak mau turun lebih rendah lagi), setidaknya untuk saat ini. bisa saja beberapa bulan ke depan harganya turun lebih rendah lagi. Itulah gunanya kita mengawasinya melalui grafik harga ber-time frame dibawah 1 TH, melihat perubahan-perubahan trend harga.

Gambar ini adalah pertumbuhan harga medc dari tahun ke tahun.
Garis vertical biru adalah jarak harga tertinggi pada tahun bersangkutan terhadap harga tutupan tahun sebelumnya.
 Garis vertical merah adalah jarak harga terendah pada tahun bersangkutan terhadap harga tutupan tahun sebelumnya.
Garis vertical hijau adalah jarak harga tutupan pada tahun bersangkutan terhadap harga tutupan tahun sebelumnya.
Rata-rata bisa di asumsikan bahwa medc dalam se tahun harganya bisa bertumbuh 30% - 50% terhadap tutupan tahun sebelumnya.
Tutupan medc th 2012 adalah Rp 1.630 berarti jika tumbuh 30% adalah Rp 2.119 dan jika tumbuh 50% adalah Rp 2.445. Inilah probabilitas angka-angka target pergerakan harga medc untuk tahun ini.
Kemungkinan besar valuasi fundamental MEDC yang memiliki angka Rp 3.500 - Rp 4.500 akan di capai pada tahun berikutnya.
Ini PROBABILITAS dan tidak pasti. Just follow the trend.

Sabtu, 23 Maret 2013

Beli dan Jual

Pada kasus ini saya tidak akan menyebutkan untung atau rugi, cukup beli dan jual saja karna untung dan rugi hanyalah sebuah efek dari kontrol tindakan yang kita lakukan.

Banyak orang yang bertanya-tanya kapan saya harus beli dan kapan saya harus jual. Pertanyaan yang sangat wajar sekali. Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita mesti bisa membaca situasi terlebih dahulu layaknya seorang tentara membaca peta sebelum berangkat perang.
Untuk seorang teknikalis, petanya adalah pergerakan harga (grafik) dan untuk fundamentalis, petanya adalah laporan (baik laporan rencana-rencana ke depan atau laporan keuangan). Pada kesempatan ini, saya hanya membahas grafik saja.
Di awali dengan mengambil dasar dan pengertian sebuah trend
Source Gambar

Gambar diatas adalah bentuk dari Up Trend yang diawali dengan terbentuknya high dan diikuti dengan Higher low. Ada baiknya kita terlebih dahulu mengingat postingan sebelumnya. Pada saat high terbentuk sebaiknya posisi beli tidak dilakukan karna trendnya belum matang, trend tersebut akan matang jika higher low sudah terbentuk dan apalagi jika harga sudah bermain diatas high (lihat gambar). Siapa tahu kedepannya harga malah membentuk Lower low lagi. Ciri-ciri higher low terbentuk tentunya diawali dengan berhentinya penurunan harga. Disaat high terbentuk, lalu harga turun dan berhenti turun (tidak mau turun lebih rendah lagi) maka kandidat higher low sudah muncul. Pada kondisi seperti ini maka saya akan melakukan pembelian sebanyak 30% saja dari dana yang ingin saya alokasikan pada saham tersebut sebagai jaga-jaga kalau harga ke depan bergerak tidak seperti yang saya inginkan dan sisa dari dana awal tadi akan saya habiskan untuk menambah saham saat harga naik diatas (break out) dari titik high pada gambar diatas.
Bagaimana dengan penjualan sahamnya ?
Penjualan dilakukan saat harga main dibawah (break out) titik Higher low. Bagaimana jika harga turun terus dari higher high tanpa membentuk higher low terlebih dahulu tapi malah turun terus ?
Gunakanlah titik higher low sebelumnya sebagai batas penjualan. Jadi jika harga turun dibawah higher low, lakukanlah penjualan menyeluruh.
Ada " problem " atau masalah yang muncul pada situasi ini, yaitu dengan pertanyaan bagaimana jika range antara Higher (HL, HH, atau H) dan Lower (LH, LL, atau L) sangat besar, bisa-bisa harga keburu turun dibawah modal sebelum menyentuh Lower (LH, LL, atau L) ?
Untuk melakukan sebuah penjualan pada kondisi seperti ini saya memiliki teknik yang sama dengan pembelian, yaitu 70% dan 30%. Bedanya untuk posisi beli (open posisi), saya akan awali dengan menghabiskan 30% dari dana lalu di ikuti dengan sisa dari dana awal tapi untuk penjualan (closing posisi) maka saya akan awali dengan menjual 70% dari jumlah barang dan diikuti dengan penjualan dari sisa jumlah barang awal. Kita mesti tahu terlebih dahulu kondisi harga. Jika harga dalam posisi membentuk Higher (HL, HH, atau H) dan terus-terusan turun maka ambilah titik Higher (HL, HH, atau H) lakukan teknik penjualan -5% dan -10%, sebagai penghitungan, hitung -5% dan -10% dari Higher (HL, HH, atau H). Sebagai contoh :
Higher = 1.000
1. minus 5% dari higher = 1.000 + (1.000 x minus 5%) = 950
2. minus 10% dari higher = 1.000 + (1.000 x minus 10%) = 900
Pada saat harga menyentuh 950 maka lakukan penjualan sebesar 70% dari jumlah barang dan sisa barang kita jual saat harga menyentuh 900 atau turun dibawah  Lower (LH, LL, atau L) jika minus 10% lebih rendah dari Lower (LH, LL, atau L).
Contoh diatas untuk kondisi harga sedang mencari Higher (HL, HH, atau H) tapi range antara Higher (HL, HH, atau H) dan Lower (LH, LL, atau L) besar.
Bagaimana pada saat harga baru hanya dalam bentuk kandidat Lower (LH, LL, atau L) terbentuk ?
Tentunya kita melakukan penjualan menyeluruh saat harga turun dibawah Lower (LH, LL, atau L).
Bagaimana pada saat harga baru hanya dalam bentuk kandidat Lower (LH, LL, atau L) terbentuk tapi range antara harga beli dan Lower (LH, LL, atau L) besar ?
Lakukan teknik penjualan -5% dan -10% lagi dari kandidat Higher (HL, HH, atau H).


Semua teknik Beli dan Jual pada postingan kali ini bisa diterapkan pada semua time frame tapi lakukanlah teknik beli dan jual ini pada time frame daily karna jika di terapkan pada time frame yang lebih besar lagi maka rangenya akan besar sekali.
Untuk komoditi, currency, index, dan obligasi gantilah bisa menggunakan teknik ini juga tapi angka -5% diganti menjadi -0.5% dan -10% diganti menjadi -1% karna range harga pada komoditi, currency, index, dan obligasi juga sempit tidak sebesar saham.

Membaca Grafik Multi Time Frame

Sebenarnya apa pun time frame grafiknya cara membaca tetaplah sama, yaitu membaca trend harga dan indicator tapi untuk time frame yang besar seperti weekly, monthly, quarterly, dan yearly rasanya tidak difokuskan menggunakan indicator sehingga cukup baca trend harganya saja.
basicnya adalah seperti gambar ini, yaitu trend harga : sumber
Up Trend
 Down Trend

Up dan Down trend dengan indicator macd dan rsi

Ketiga gambar diatas adalah dasar dari pembacaan trend harga yang mana harga pada time frame apa pun akan mendapatkan perlakuan yang sama dimana saat up trend maka harga akan membentuk higher high dan lower high, disaat down trend maka harga akan membentuk higher low dan lower low.
Pada kasus ini pembedanya hanya satu, yaitu " TIME FRAME ". Pada umumnya para pembaca harga atau teknikalis menggunakan time frame yang biasanya dimulai dari yang kecil seperti 1 menit, 3 menit, 5menit, 60 menit (1 jam), 240 menit (4jam), 480 menit (8jam), daily, weekly, monthly, quarterly, dan yearly.
Semua time frame diatas saling terkait satu sama lain meskipun dibaca dengan alur maju mundur (di baca dari time frame kecil ke time frame besar atau di baca dari time frame besar ke time frame kecil).
perubahan pada time frame kecil maka akan merubah time frame besar. Dari pengalaman saya pribadi, maka saya menjadikan time frame yang besar sebagai hasil akhir dari keseluruhan trend harga dan time frame yang kecil sebagai pembentuk time frame yang besar. Jika kita analogikan maka time frame besar adalah sebuah rumah dan time frame kecil adalah konstruksi rumah tersebut. Rumah yang bagus tentunya mesti ditunjang oleh konstruksi yang kuat.
Untuk menganilisa harga maka saya akan memulainya dari time frame yang besar baru turun ke time frame yang kecil. Lihatlah dulu rumahnya baru lihat isi dan konstruksinya.
Untuk memulai analisa maka pembacaannya menjadi yearly, quarterly, monthly, weekly, daily, 4 jam, 1 jam, 5 menit. Terus menurun dari yang besar ke yang kecil, jadi bisa dikatakan saya menggunakan time frame yearly sebagai yang terbesar dan time frame 5 menit sebagai yang terkecil. Jika lebih kecil lagi dari 5 menit maka bentuknya suka kacau dan bisa bias analisa kita.
Setelah analisa mendapatkan sebuah kesimpulan maka analisa itu harus kita awasi perubahan demi perubahannya di depan. Layaknya seorang mandor, dia akan mengawasi dengan seksama pengerjaan dari sebuah design sehingga dia menjadi cepat mengetahui pengerjaan bagian demi bagian dan cepat menyikapi jika terjadi kesalahan. Oleh sebab itu pembacaan time framenya diawali dari yang kecil ke yang besar 5menit, 1 jam, 4jam, daily, weekly, monthly, quarterly, dan yearly.
Sebagai contoh:
Daily chart
 Weekly chart
Monthly chart
Quarterly chart
Yearly chart
Note : Print Gambar dari daily sampai yearly lalu letakan diatas meja.
Jika analisis dimulai dari daily maka saya akan mengalami kebingunan tapi cobalah mulai membacanya dari time frame yearly dan turun terus hingga ke time frame daily, maka kita bisa melihat seluruh design harga.
Kemungkinannya tetap 3, yaitu kalau bukan naik ya turun atau stag. Pada gambar diatas maka bisa disimpulkan bahwa keadaan harganya adalah down trend dan mecoba untuk merubah trendnya, karna pada time frame weekly dan daily terlihat harganya sedang naik atau mencoba untuk membentuk higher pada time frame masing-masing. Tentunya jika harga benar-benar akan mencari higher pada tahun ini atau tahun-tahun ke depan maka harga akan terus naik membentuk up trend pada time frame yang kecil-kecil. Awasilah terus perubahan-perubahan yang terjadi pada time frame yang kecil. Ingat, sebuah pengawasan di mulai dari time frame yang kecil ke time frame yang lebih besar.

Jumat, 22 Maret 2013

Relative Strength Index (RSI)

Penjelasannya bisa di lihat di sini dan di sini.
Indicator RSI ini juga bisa dikatakan mencerminkan harga, berbeda dengan stochastic oscilator.
Stochastic oscilator bisa dikatakan untuk melihat harga bermain saat harga mendekati atau di atas harga tertinggi selama periode N dan melihat harga bermain saat harga mendekati atau di bawah harga terendah selama periode N.
Kalau RSI melihat perubahan harga dari hari ke hari selama periode N dengan rumus :
U =  Harga tutupan hari ini - harga tutupan hari sebelumnya
D = 0 (nol)
Dan
U = 0 (nol)
D =  Harga tutupan sebelumnya - harga tutupan hari ini
Setelah itu U dan D dirata-ratakan dengan menggunakan Exponential Moving Average (EMA) tapi saya lebih suka menggunakan Simple Moving Average (SMA) karna garisnya lebih lembut tidak banyak gerigi yang bisa menyebabkan mata sakit dan bias didalam membacanya.
rumusnya adalah :
RS = EMA U selama periode N / EMA D selama periode N. Jika ingin menggunakan SMA maka EMA tinggal diganti saja dengan SMA.
Setalah itu dikonversi menjadi nilai RSI antara 0 dan 100 dengan rumusan :
RSI = (EMA U selama periode N / (EMA U selama periode N + EMA D selama periode N)) X 100
Penjelasannya lagi adalah jika RSI periode N bernilai diatas 70 artinya harga sudah mulai tinggi  (overbought) dan jika RSI periode N dibawah 30 artinya harga sudah mulai murah (oversold).
Saya punya teknik sendiri didalam menyikapi RSI ini, tidak mesti harus ambil posisi beli saat RSI bernilai dibawah 30 dan tidak mesti ambil posisi jual saat RSI bernilai diatas 70 karna saya akan melihat dulu bagaimana respon market terhadap harga saat RSI overbought atau oversold. Saat harga overbought maka disitulah kemungkinan titik tertinggi dari harga pada sebuah trend akan tercapai dan saat oversold maka disitulah kemungkinan titik terendah dari harga pada sebuah trend akan tercapai. Saya akan lebih cenderung menunggu harga membentuk Higher high atau lower high atau higher low atau lower low terlebih dahulu.


Selasa, 12 Juni 2012

Investasi Bodong

Beberapa masa kebelakang hingga saat ini banyak tersebar investasi-investasi bodong yang menggiurkan. Dengan iming-iming keuntungan membuat banyak orang yang tertarik untuk mengikutinya, dimana orang-orang ini menjadi kehilangan akal sehatnya dan menimbulkan keserakahan dalam dirinya.
Saya sangat-sangat salut dan mengacungkan 2 jempol untuk sang pencipta investasi-investasi bodong ini. Dia mampu membaca medan bisnisnya dan dia sadar bahwa manusia hidup dengan harapan.
Orang kaya di atas dunia ini tidaklah banyak, orang miskin pun tidaklah banyak, yang banyak itu adalah kalangan menengah. Orang pintar tidak banyak, orang bodoh juga tidak banyak, yang banyak itu orang menengah. kalangan menengah dan orang menengah inilah yang biasanya suka bermimpi.
Hal inilah yang membuat saya untuk terus membaca dan belajar, dan bukan hanya membaca saja sebab hal ini sangat berbeda, jika kita membaca dan belajar maka kita akan terarah untuk melihat hal yang tidak nyata tapi jika kita hanya membaca maka kita akan terarah untuk melihat kenyataan saja.
Saya jadi teringat dengan kata-kata teman atau orang-orang yang saya anggap hebat dan memiliki budi pekerti dimana orang-orang tersebut mengatakan pada saya bahwa dunia ini ada dua, yaitu nyata dan tidak nyata tapi yang sebenar-benar nyata adalah hal yang tidak nyata.
Dari hal inilah mungkin yang menyebabkan orang kalangan menengah dan orang menengah yang banyak mengalami kasus investasi bodong karna secara rata-rata mereka ini pada umumnya hanya melihat kenyataan dan tidak memahami apa yang mereka lihat dan mereka ini jugalah yang banyak berharap pada sesuatu yang teramat sangat bagus sehingga kebanyakan dari mereka ini terbuai oleh mimpi dan angan-angan. Dan hal ini jugalah yang dilihat dan dipahami oleh sang pencipta investasi-investasi bodong. Oleh karan itu, mungkin inilah penyebab kenapa banyak kalangan menengah yang terperangkap.
Banyak teman dan kolega yang bertanya-tanya bagaimana investasi bodong ini dijalankan ? atau how they run their business ? Sebab investasi bodong ini mampu menjanjikan keuntungan rutin per bulan dengan nilai yang besar bahkan lebih besar dari nilai-nilai keuntungan yang diraih oleh perusahaan-perusahaan besar.
Sebenarnya tidaklah rumit sebab kita sudah banyak berurusan dengan hal-hal seperti ini dalam kehidupan financial kita tapi bedanya, investasi bodong ini tidak ada isinya (hampa) dengan tujuan memindahkan duit semata, berpindah dari kantong kita ke kantong mereka tanpa adanya re-investasi. Berbeda dengan yang kita semua alami dalam kehidupan financial kita yang wajar. Perusahaan financial yang wajar juga bertujuan untuk memindahkan uang dari kantong kita ke kantong mereka tapi ada isinya (tidak hampa).
Sebagai contoh kegiatan financial yang wajar, yang ditiru kemudahan tekniknya oleh para pencipta investasi bodong :
1. BANK
2.ASURANSI.
3.PENGELOLAAN DANA-DANA PENSIUN.
4. DLL.
Familiarkan dengan nama-nama diatas ?
Tapi mereka ini ada isinya (tidak hampa) dan melakukan re-investasi uang kita untuk kita lagi, maka dari itu mereka ini pada akhirnya tidak kabur dan susah untuk bangkrut. Jika pun mereka ini bangkrut rata-rata karna ulah oknumnya yang serakah dan tidak bermoral.
Lalu bagaimana tekniknya ?
Simple saja:
1. Yang masih hidup menanggung beban yang sudah mati.
2. Yang masih sehat menanggung beban yang tidak sehat.
3. Yang masih muda menanggung beban yang sudah tua.
4. Yang masih bagus menanggung beban yang sudah rusak.
5. Yang masih kerja menanggung beban yang sudah tidak bekerja.
 Simple banget gak nih prinsipnya?
Nah kaitannya dengan investasi bodong, tercipta juga dari ke-simplean seperti ini, yaitu member baru manggung beban member lama. Berhubung investasi bodong ini tidak melakukan re-investasi lagi uang kita untuk kita lagi, maka dari itu pada akhirnya mereka ini usahanya tidak kuat seperti perusahaan konventional dan akhirnya kabur atau menyatakan bangkrut. Jadi mereka ini murni hanya memindahkan uang dari kantong kita ke kantong mereka tanpa melakukan re-investasi uang kita untuk kita lagi. Re-investasi yang mereka lakukan hanyalah untuk kantong mereka sendiri.
Kira-kira kegiatan mereka seperti ini :
1. Mengumpulkan uang dari korban dengan jumlah korban yang banyak.
2. Memberi mimpi ke pada korban agar uang terkumpul.
3. Perlihatkan kenyataan palsu ke pada korban bahwa bisnisnya berjalan lancar dengan cara mewujudkan    
    mimpi yang dijanjikan sehingga bisa menarik calon korban dalam jumlah lebih besar lagi.
4. Sesudah beberapa masa, korban hanya di kasi angan-angan belaka karna pelaku investasi bodong sudah
    kabur.
Pada umumnya pelaku memberi janji dengan kata "Pasti untung" dan dengan keuntungan yang besar. Rata-rata menjanjikan nilai keuntungan 10% se tiap bulannya.
Di dunia ini tidak ada yang pasti kecuali MATI, perusahaan besar dan sudah mapan saja terkadang merugi dan nilai keuntungan 10% ini dalam hitungan tahun terkadang tidak bisa terpenuhi oleh perusahaan besar. Kenapa investasi bodong ini mampu memberikan 10% tiap bulannya ? Aneh tapi nyata.
Sekarang mari saya tunjukan prinsip dasar akuntansi, yaitu ASET = HUTANG + MODAL.
Contoh : Si A punya modal 50 dengan hutang 100, maka berapa aset si A?

ASET = HUTANG + MODAL
  150   =      100      +     50

Tapi dalam perusahaan financial Hutang tersebut dianggap juga sebagai modal.
contoh: Si A menabung pada Bank B 10.000.000 dan Bank B tidak memiliki modal. jadi berapa aset Bank B ?

pada pencatatan akuntansi perusahaan non financial maka akan berbentuk seperti ini

       ASET       =     HUTANG            + MODAL
  10.000.000   =      10.000.000         +     0

tapi pada pencatatan akuntansi financial maka akan berbentuk seperti ini
     ASET       =     HUTANG            + MODAL
  20.000.000   =      10.000.000       +   10.000.000

kenapa bisa seperti itu ? karna uang yang kita tabung di bank, akan di re-investasikan lagi untuk kita dan untuk mereka juga dengan hasil uang yang kita tabung akan mendapatkan return bernama bunga dan uang yang kita tabung tersebut akan di jadikan modal oleh bank agar bank mendapatkan keuntungan dan mampu melakukan kewajibannya pada kita. Apa kewajiban bank tersebut ? kewajibannya adalah tabungan kita dan bunganya, lalu keuntungan bank bagaimana ? keuntungan bank adalah hasil selisih investasi yang mereka lakukan menggunakan uang kita dengan kewajiban mereka.
Contoh: tabungan si A 10.000.000 dengan bunga 5% per tahun. maka hasil return uang si A adalah sebesar 10.000.000 x 5% = 500.000. Nah tabungan + bunga atau 10.000.000 + 500.000 = 10.500.000 akan menjadi kewajiban yang harus di penuhi oleh bank ke pada kita. Tapi dengan tabungan kita si bank menjadikannya sebagai modal untuk memenuhi kewajibannya ke pada kita dan untuk keuntungan sendiri, contoh : bank melakukan investasi dan mendapatkan keuntungan 12% maka tabungan si A x hasil keuntungan investasi bank atau 10.000.000 x 12% = 1.200.000. selisih kewajiban dengan hasil investasi adalah 1.200.000 - 500.000 = 700.000. Jadi dengan uang kita, Bank bisa memberikan kita uang yang kita simpan berikut dengan bunganya dan juga mendapatkan keuntungan dengan menggunakan uang kita.

Inilah model akuntansi yang di gunakan oleh pelaku investasi bodong. Mungkin bisa memberikan pehaman pada kita dengan menggunakan gambar di bawah.
Perhatikan perubahan pada bagian PENDAPATAN, LABA KOTOR, LABA OPERASI, LABA BERSIH, ASET, HUTANG, dan MODAL. Fokuslah pada perubahan yang terjadi pada modal tiap bulannya atau tiap tahunnya karna bagian ini lah yang akan mereka bawa kabur.
COGS  adalah biaya atau beban lansung. Jadi bagian ini adalah kewajiban mereka pada korban tiap bulannya. jika mereka menjanjikan tiap bulan 10% dari modal kita maka bagian cogs ini adalah keuntungan kita tiap bulannya yang menjadi kewajiban mereka. Ingat, modal kita akan menjadi hutang mereka dan juga menjadi modal mereka, jadi COGS ini hasil perkalian antara 10% (yang dijanjikan pada kita tiap bulannya) dengan yang tercatat pada kolom hutang.
SGA adalah beban tidak lansung seperti beban untuk promosi atau beban untuk karyawan atau beban untuk kantor


Perkiraan Laporan per bulan selama 36 bulan (3 tahun)






Perkiraan Laporan per Tahun

Inilah model perkiraan bagaimana cara mereka mampu bertahan dan mampu mewujudkan janji-janji pada korban sampai saat mereka kabur dengan membawa uang yang tercatat pada bagian modal.
memang ini hanyalah merupakan perkiraan saja dan bukan riil tapi dengan model perkiraan ini kita tidak lagi menjadi heran bagaimana cara mereka melakukan FRAUD (penipuan) yang tidak bermoral.

Janji keuntungan 10% tiap bulan bisa mereka penuhi dan malah membawa korban jalan-jalan keluar negri atau memberikan mobil mewah pada korban yang alih-alih sebagai bentuk AWARD pada korban.
Ingat teknik simple mereka, yaitu member baru akan menanggung beban member lama. Oleh karna itu mereka mesti mampu mencari calon korban dalam jumlah banyak dengan cepat atau mencari korban yang mau menginvestasikan uangnya pd mereka dalam jumlah besar sehingga mampu menumbuhkan PENDAPATAN mereka dengan cepat dan pertumbuhan pendapatan ini bisa mengalahkan pertumbuhan beban.

Belajarlah dari sebuah kenyataan agar mampu melihat ketidak nyataan. ketidak nyataannya pada hal ini adalah FRAUD (PENIPUAN) YANG TIDAK BERMORAL !!!

Selasa, 17 April 2012

Fakta Penjajahan USA atas Indonesia: Tambang Emas-Perak & Tembaga Freeport di Papua

Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah! Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah â€Å“JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”
Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.
Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.
Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.
Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.
Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.
Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.
Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.
Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.
Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.
Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!
Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.
Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.
Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.
Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.

http://berita/. liputan6. com/progsus/ 200209/41945/ class=%27vidico% 27

Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.
Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.
Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.
Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.
Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?
Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.
Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.
Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.
Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik Jim Bob Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.
Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul "Grasberg" setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.
Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!
Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapur a sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!
Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.
Freeport merupakan lading uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran senidir telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu. [sa] Subhan Hassannoesi
Aktivis Dakwah Papua yang juga anggota Majlis Muslim Papua ( MMP )
http://ahmadsamantho.wordpress.com
Copy paste dengan Source.

Kamis, 05 April 2012

BBM

Artikel dari kompas dengan Source

Mari Menghitung Harga Bahan Bakar Minyak Secara Sederhana

 

Beberapa hari ini berita tentang rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak atau biasa disebut BBM banyak sekali menghiasi media massa di Indonesia baik media cetak maupun elektronik. Opini serta tanggapan dari berbagai kalangan muncul di berbagai tulisan baik yang pro maupun kontra akan kenaikan BBM yang disubsidi oleh pemerintah. Tulisan ini tak hendak memperkeruh tulisan-tulisan lain atau opini yang sudah dimunculkan oleh berbagai kalangan di media massa melainkan hanya memberi pandangan secara sederhana apa dan bagaimana seharusnya bahan bakar minyak itu dikonsumsi.
Salah satu mantan Menteri Perekonomian di masa Presiden Abdurrahman Wahid yaitu Bapak Kwik Kian Gie telah menjelaskan konsep perhitungan harga BBM bersubsidi, namun ada kalanya kita harus mendefinisikan arti kata subsidi tersebut. Apakah itu subsidi? Dan mengapa subsidi itu harus diberikan pada masyarakat? Subsidi bahan bakar minyak pada awalnya adalah dorongan pemerintah pada masa Presiden Soeharto kepada masyarakat untuk beralih menggunakan minyak tanah atau kerosene pada awal tahun 1970 untuk mengganti bahan bakar rumah tangga waktu itu dari kayu bakar. Penggunaan kayu bakar sebagai bahan bakar memasak masih umum digunakan masyarakat kala itu terutama di pedesaan, khawatir akan kerusakan alam dan akibat penebangan kayu secara berlebihan maka pemerintah kala itu mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan minyak tanah dimana harganya akan disubsidi pemerintah mulai dari lifting, produksi, penyulingan, dan distribusi akan ditanggung oleh pemerintah mengingat harga minyak dunia tahun 1970 sempat mencapai 13 USD/barrel akibat krisis politik di Timur Tengah menyusul embargo Arab Saudi terhadap Amerika Serikat yang membantu Israel dalam perang Yom Kippur. Untuk mendukung program ini pemerintah membangun kilang penyulingan minyak di Palembang, Cilacap, Balikpapan, dan Sorong.
Seiring perkembangan maka dengan sosialisasi dan kemudahan penggunaan minyak tanah yang disubsidi oleh pemerintah maka masyarakat beralih pada minyak tanah begitu pula mulai munculnya industri otomotif di Indonesia pada tahun 1980 maka penggunaan gasoline (premium) dan solar diesel juga meningkat. Pemerintah pada saat itu juga memberi subsidi pada jenis bahan bakar minyak kendaraan bermotor untuk meningkatkan produktivitas dunia industri dan pertanian guna mencapai pertumbuhan ekonomi melalui Repelita.
Namun seiring dengan itu sejak awal tahun 1990 produksi minyak Indonesia mulai mengalami penurunan secara alami karena kondisi sumur yang sudah tua dan reserve atau cadangan yang mulai menipis. Padahal pengguna kendaraan bermotor semakin tahun juga semakin bertambah akibat pertambahan jalan beraspal selama pembangunan maka dapat dipastikan kebutuhan akan minyak bumi akan semakin meningkat. Tidak adanya eksplorasi baru di Indonesia mengakibatkan laju produksi minyak saat ini hanya mencapai 900.000 barrel/hari berbeda jauh saat masa jaya perminyakan Indonesia pada tahun 1970 yang mencapai 1,5 juta barrel/hari. Konsumsi minyak mentah sendiri saat ini sudah mencapai 1,3 juta barrel/hari. Sehingga dibutuhkan impor dari negara lain dengan menggunakan besaran harga internasional.
Penetapan harga penjualan publik BBM di Indonesia dilakukan dengan metode penetapan Mid Oil Plat’s Singapore (MOPS) yaitu harga minyak rata-rata secara flat dari Singapura. Perhitungan secara general atau simpel adalah seperti ini harga minyak berdasar MOPS+besaran alpha (biaya refinery,distribusi,loss product)+biaya pajak. Secara asumsi kasar bisa digambarkan di bawah ini:
Misal harga minyak mentah dunia per 27 Maret 2012= USD 130/barrel
harga MOPS per tri semester 2012= USD 138/barrel
besaran alpha ditetapkan 10% dari harga MOPS
pajak ditetapkan 15% dari jumlah MOPS dan alpha
1 USD= Rp 9500,- per trimester 2012
1 barrel=158,8457 liter atau dibulatkan 159 liter
harga minyak mentah di Indonesia: USD 138+(138*0,1)= USD 151,8/barrel
jika dirupiahkan: USD 151,8*Rp 9500=Rp 1.442.100,-/barrel
jika dikonversi ke liter: Rp 1.442.100/159=Rp 9069,8113/liter atau dibulatkan Rp 9070,-/liter
Konsumsi BBM jenis premium atau RON (Research Octane Number) 88 di Indonesia adalah 26 juta kiloliter per tahun atau 71232,8767 kiloliter/hari sedangkan produksi minyak nasional adalah 900.000 barrel/hari atau 143.100.000 liter/hari atau 143100 kiloliter/hari. Walau terlihat surplus daripada total konsumsi, jumlah 143100 kiloliter/hari adalah jumlah minyak mentah bukan jumlah premium. Untuk itulah dilakukan penyulingan supaya minyak mentah tersebut bisa diolah menjadi premium siap pakai, umumnya untuk minyak bumi dari Indonesia mampu menghasilkan 10-20% gasoline atau premium dari hasil penyulingan minyak mentah hampir sama dengan minyak mentah dari Arab Saudi (data bisa dilihat disini). Jadi dari 143100 kiloliter/hari tadi maksimal hanya 28620 kiloliter/hari saja yang bisa dijadikan premium.
Oleh karena itu terdapat defisit sebesar: 71232,8767-28620= 42612,8767 kiloliter/hari. Jumlah defisit inilah yang harus diimpor dari negara lain menggunakan dana APBN selain itu dana subsidi juga dipakai untuk mencapai harga jual pokok sebesar Rp 4500,-/liter dari harga produksi murni sebesar Rp. 9070,-/liter.
Dengan demikian akan nampak bahwa dana yang dibutuhkan cukup besar untuk memenuhi konsumsi bahan bakar minyak jenis premium di Indonesia selama rentang waktu satu tahun masa anggaran baik untuk mengimpor minyak maupun mensubsidi harga pokok penjualan di masyarakat. Ada baiknya sebelum pemerintah memangkas dana subsidi sebaiknya juga melakukan efisiensi anggaran belanja lain sehingga dana yang terkumpul dari efisiensi anggaran belanja negara bisa digunakan untuk mencapai harga keekonomian bahan bakar minyak. Harga keekonomian minyak ini bukan berarti subsidi melainkan kompensasi berupa perbaikan jalan, penyediaan transportasi publik yang nyaman dan ramah lingkungan, pengembangan sumber energi terbarukan, pembangunan infrastruktur untuk sumber energi alternatif seperti CNG atau LGV. Dengan demikian masyarakat juga akan belajar bagaimana menggunakan bahan bakar secara bijaksana dan efektif bukan terus berpikir bahwa Indonesia masih punya minyak dan jika habis bisa impor. Dana subsidi juga bisa disalurkan dalam bentuk penyediaan pendidikan dan kesehatan murah, dengan catatan bahwa penyalahgunaan dana anggaran negara bisa diminimalisasi.

Artikel dari kementrian ESDM dengan Source


MIGAS

Gas Kota, Berikan Energi Bersih, Murah, Aman dan Mengurangi Beban Subsidi

JAKARTA. Program pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga yang saat ini sedang dilakukan pemerintah guna mensubsitusi penggunaan bahan bakar minyak ke Gas Bumi memiliki nilai yang sangat strategis. Karenanya walaupun dengan keterbatasan yang ada pemerintah akan tetap melaksanakan program tersebut untuk meningkatkan pemanfaatan Gas Bumi khususnya untuk sektor rumah tangga.

Total penduduk Indonesia sekitar 230 juta jiwa (62,2 juta KK), secara umum menggunakan 4 jenis bahan bakar (Biomasa, Minyak Tanah, LPG dan Gas Bumi), konsumsi total ke-4 bahan bakar tersebut diatas tahun 2009 nanti diperkirakan akan mencapai 46,29 juta KL setara minyak atau 292,96 juta barel oil equivalent.

Dari ke-4 jenis bahan bakar tersebut diatas, konsumsi Biomasa dan Minyak Tanah masih mendominasi yaitu mencapai 79,73% Biomasa dan 17,35% Minyak Tanah. Sedangkan konsumsi Gas Bumi hanya sebesar 0,05%. Seperti yang sudah diketahui secara umum produksi minyak bumi cenderung menurun sedangkan gas Bumi justru mengalami peningkatan.

Dengan mengalihkan (konversi) pengunaan bahan bakar minyak ke Gas Bumi akan memberikan dampak yang positif baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Keuntungan yang akan diperoleh masyarakat yaitu, masyarakat akan mendapatkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan, murah dan aman, sedangkan dari sisi pemerintah dapat mengurangi beban subsidi yang saat ini mencapai Rp. 48,2 Triliun.

" Pengunaan bahan bakar Gas Bumi jelas lebih murah karena harga Gas Bumi lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar lainya. Harga rata-rata Gas Bumi untuk rumah tangga per tanggal 1 Januari 2009 adalah US$ 6,6/MMBTU sedangkan Minyak Tanah bersubsidi yang ditetapkan pemerintah Rp. 2.500/liter atau US$ 6,1/MMBTU, namum besaran harga minyak tanah bersubsidi tersebut dapat mencapai lebih dari Rp.5000/liter atau US$ 12,2/MMBTU ketika sampai di masyarakat", ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam acara seminar peluang dan tantangan bisnis gas kota, Kamis (28/5).

Konsumsi Minyak Tanah secara nasional tahun 2008 adalah sebesar 7,82 juta KL maka untuk menggantikannya dengan Gas Bumi diperlukan sebanyak 707 MMscfd Gas Bumi. Berdasarkan data cadangan 1 januari 2008, cadangan Minyak Bumi terbukti mencapai 3,747.50 MMSTB, Potensial 4,471.72 MMSTB sehingga total keseluruhan 8,219.22 MMSTB. sedangkan cadangan Gas Bumi terbukti sebesar 112.47 TSCF, potensial 57.60 TSCF sehingga total keseluruhan mencapai 170.07 TSCF.
Data yang telah diolah berdasarkan data diatas
Point penting dari data dan artikel di atas :
1. Dari artikel koran kompas bisa di mengerti bahwa subsidi banyaj menghabiskan duit negara.
2. Dari artikel kementrian ESDM bisa diambil point bahwa :
A. Cadangan minyak telah berkurang akibat daya konsumsi yang tinggi seiring dengan pertumbuhan penduduk.
B. konsumsi Biomasa dan Minyak Tanah masih mendominasi yaitu mencapai 79,73% Biomasa dan 17,35% Minyak Tanah. Sedangkan konsumsi Gas Bumi hanya sebesar 0,05%. Seperti yang sudah diketahui secara umum produksi minyak bumi cenderung menurun sedangkan gas Bumi justru mengalami peningkatan
C. Pengunaan bahan bakar Gas Bumi jelas lebih murah karena harga Gas Bumi lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar lainya. Harga rata-rata Gas Bumi untuk rumah tangga per tanggal 1 Januari 2009 adalah US$ 6,6/MMBTU sedangkan Minyak Tanah bersubsidi yang ditetapkan pemerintah Rp. 2.500/liter atau US$ 6,1/MMBTU, namum besaran harga minyak tanah bersubsidi tersebut dapat mencapai lebih dari Rp.5000/liter atau US$ 12,2/MMBTU ketika sampai di masyarakat
3. Premium di konsumsi untuk kendaraan bermotor atau dikonsumsi oleh orang berduit.
Minyak tanah di konsumsi rakyat untuk memasak atau dikonsumsi oleh orang kalangan menengah kebawah.
Solar dikonsumsi oleh kebutuhan produksi atau mesin - mesin industri.
4. Dari data kementrian ESDM dan data yang sudah diolah bisa dilihat bahwa pada zaman pemerintahan presiden Suharto minyak tanah tidak mengalami kenaikan.

Note :
1. Cagr adalah rata-rata pertumbuhan harga  per tahun.
2. Cagr harga dibandingkan dengan cagr minyak mentah dunia.

Kesimpulan :
Pada pemerintahan presiden Suharto , minyak tanah tidak mengalami perubahan dari tahun 1993 sampai 1998 meskipun sempat naik yang disebabkan oleh krisis ekonomi tp diturunkan lagi ke harga semula. Pada  masa itu rakyat masih banyak menggunakan kayu sebagai bahan bakar memasak yang bisa mengakibatkan populasi hutan jadi berkurang dan mencemari lingkungan dengan asap yang tebal. Sebab itu rakyat diminta untuk mengkonsumsi minyak tanah sebagai bahan bakar pengganti yang lebih efisien.
Melihat data yang telah di olah maka pemerintahan presiden megawati memiliki raport merah sebab harga bbm dinaikan dengan rata-rata 3.4 kali lebih besar dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Dari seluruh kepemimpinan bisa disimpulkan secara rata-rata solar mengalami kenaikan yang besar ( 2.2 kali lebih besar dari kenaikan minyak mentah dunia ) lalu di ikuti oleh minyak tanah ( 1.3 kali ) dan terakhir adalah premium (0.9 kali). Rata-rata keseluruhan adalah 1.4 kali terhadap kenaikan rata-rata minyak mentah dunia (19.41%).
Premium yang notabene di konsumsi kalangan berduit mengambil porsi subsidi yang lebih besar dari pada minyak tanah dan solar. Subsidi sama artinya dengan bantuan dan kenapa orang berduit yang di bantu ?
Akibat dari subsidi premium yang besar mampu menggerakan industri kendaraan bermotor dan mengakibatkan juga harga saham perusahaan astra melambung dari Rp1,950 harga tutupan th 2001 menjadi Rp74,000 hari ini atau secara CAGR harga saham astra bertumbuh 39.18% tiap tahun selama 11 tahun , sebagian besar rakyat indonesia memiliki kendaraan bermotor  Subsidi bisa menyedot duit negara yang pada akhirnya bisa berujung kepada kemelaratan karna banyaknya beban pengeluaran. Jika kita melihat kepada harga memang harga minyak tanah lebih murah ketimbang harga premium tapi jika kita melihat kepada nilai maka nilai minyak tanah maupun solar lebih tinggi dari pada nilai premium. Sebaiknya kita sadar dengan nilai. Nilai akan selalu tercermin kepada harga tapi harga tidak selalu mencerminkan nilai.
Indonesia pada saat ini rasanya memasuki fase midle expansion dari siklus ekonomi dimana nantinya roda-roda industri manufaktur akan bergerak kencang. Bagaimana mafuktur bisa bergerak kencang sementara nilai dari kenaikan harga dalam negri lebih besar dari kenaikan harga minyak mentah dunia ? oleh sebab itu rasanya sangat relevan untuk membantu kegiatan industri manufaktur ketimbang membantu orang berduit sebab dengan membantu kegiatan industri maka negara akan bisa menerima imbal hasil yang lebih banyak ketimbang imbal hasil dari membantu orang berduit hal ini nantinya bisa berujung pada kenaikan saham perusahaan manufaktur. Minyak tanah yang dikonsumsi oleh kalangan menengah kebawah juga memiliki nilai kenaikan yang besar dan bisa dilihat di pemerintahan siapa pun kecuali pemerintahan presiden suharto, minyak tanah memeliki porsi nilai kenaikan yang lumayan tinggi yg menyebabkan negara kekurangan duit karna subsidi dan rakyat tercekik karna nilainya yang juga besar. Selanjutnya dari hal tsb, pemerintah mengambil opsi untuk conversi ke GAS, rakyat dipaksa untuk membayar minyak tanah dengan nilai tinggi agar rakyat mau beralih ke bahan bakar gas. Bahan bakar gas jauh lebih efisien dari pada minyak tanah baik dari segi ekonomis maupun lingkungan. jika rakyat beralih untuk mengkonsumsi gas maka artinya negara tidak mesti mengeluarkan dana subsidi minyak tanah lagi dan cadangan minyak pun sedikit bisa dihemat. Hal ini bisa menyebabkan kenaikan pada saham perusahaan yang bergerak di sektor GAS.
Negara lain banyak memilih opsi dengan menggunakan bahan bakar yang bersifat renewable energy seperti energy solar (matahari), energy minyak sawit, dll. Tapi di indonesia mereka memilih opsi GAS sebab infrastruktur di indonesia belum memadai, tidak seperti di negara luar.