Skema Investasi

Skema Investasi
Skema Investasi

Ekonomi Cycle

Ekonomi Cycle
Source : http://www.fxwords.com/f/fundamental-analysis.html

Indonesia InterBank Rate

Indonesia Total Car Sales

Indonesian 10Yr Bond Yield

Jakarta Stock Exchange

Fx Info Box

Fx Weekly Range

Fx Monthly Pip Banked

Kamis, 29 Januari 2015

Contoh berhasil NRCA

Sama seperti ARNA, NRCA pun berhasil bergerak naik diatas box setelah muncul signal pada grafik 60 menit.


Kesuksesan ARNA

Pergerakan harga yang kami sukai, muncul signal pada grafik 60 menit lalu harga membentuk box, setelah itu harga berhasil break out dan tidak pernah kembali masuk kedalam box.



Rabu, 28 Januari 2015

Potensi yang masih tersimpan pada KIJA

Kija memberi signal adanya akumulasi pada grafik 60 menit tapi pada saat ini kondisi harga kembali masuk kedalam BOX nya. Belum ada tanda harga keluar dari batas box bawah sehingga untuk sementara KIJA masih menyimpan potensi namun kami tidak berminat lagi terhadap KIJA karna bukan ini saham yang kami cari. Saham yang kami cari adalah saham yang berhasil menembus batas box atas dengan tidak kembali lagi kedalam masuk box.


Kegagalan KBRI

KBRI gagal mempertahankan harga naik diatas box pada grafik 60 menit, signal akumulasi yang terjadi sebelumnya ternyata merupakan tipuan yang sebenarnya adalah distribusi barang pada saat harga naik.


Sabtu, 24 Januari 2015

Harga dan Volume

Harga dan volume merupakan kewajiban standar pada setiap grafik untuk kepentingan teknikal analisis tapi banyak orang yang mengabaikan hubungan kedua item ini dikarenakan banyak orang yang hanya berpihak kepada satu item, terutama item harga. Dahulunya kami juga seperti itu, hanya mementingkan item harga saja dan mengabaikan item volume karna kami beranggapan item volume tidak terlalu signifikan didalam memberikan keterangan (informasi) kepada kami. Terkadang harga naik (uptrend) sementara volumenya malah turun sehingga tidak cocok dengan teori deman dan supply dimana jika permintaan (volume) bertambah maka harga akan naik dan jika permintaan berkurang maka harga akan turun, seperti yang digambarkan pada grafik supply and deman dibawah ini :

Sumber gambar : http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_permintaan
Pada pasar modal, jumlah saham beredar pada masing-masing emiten tidak akan bertambah atau berkurang dengan sendiri. Penambahan jumlah saham akan disebabkan oleh right issue atau stock split dan pengurangan jumlah saham akan disebabkan oleh reverstock. Setiap emiten akan melaporkan secara berkala kepada publik siapa saja pemegang sahamnya.
Sumber : http://www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaantercatat/profilperusahaantercatat.aspx
Gambar diatas merupakan laporan kepemilikan saham dari emiten Astra International. TBK dimana :

"Jardine Cycle and Carriage Limited" memiliki 20,276,860,040 lembar saham dan
Publik                                                            20,205,693,100 lembar saham.
Total Saham beredar astra international. tbk    40,482,553,140 lembar saham.

Atau Jardine memiliki sebesar 50.09% dan publik memiliki 49.91%. Pada komposisi ini Jardine sebagai pemegang saham astra terbesar akan bertindak sebagai pengendali perusahaan dan notaben nya tidak akan menjual sahamnya selama mereka masih berkepentingan terhadap perusahaan sehingga jumlah saham yang akan terus menerus berputar-putar di pasar setiap hari hanyalah saham yang dipegang oleh publik karna pemiliknya banyak, bisa kami dan juga bisa anda karna publik tidak terlalu berkepentingan lansung terhadap perusahaan.
Bisa dikatakan bahwa saham yang berputar terus menerus setiap hari atau saham yang diperdagangkan setiap hari selalu sama, yaitu saham yang dimiliki oleh publik sehingga jika volume perdagangan mengalami kenaikan atau penurunan maka akan memberikan informasi adanya akumulasi saham atau distribusi saham.
kembali lagi kepada teori deman dan supply, sehingga jika volume naik tapi harga turun maka hal ini memberikan informasi bahwa sedang terjadi distribusi besar-besaran sehingga kecenderungan ke depannya adalah penurunan harga. Dan jika volume naik dan harga juga naik maka hal ini memberikan informasi bahwa sedang terjadi akumulasi besar-besaran dengan kecenderungan kedepannya adalah kenaikan harga.
sebagai contoh terlihat pada gambar dibawah :
Pada pasar modal, kenaikan dan penurunan harga tidak pernah terjadi dengan sendirinya karena selalu ada sebab dan akibat, pasti ada sebab-sebab yang mengakibatkan harga naik atau turun. Pada penjelasan teknikal analisis kenaikan dan penurunan harga secara garis besarnya disebabkan karna ada yang menjual saham dan ada yang membeli saham, jika banyak yang membeli maka kecenderungannya harga akan naik dan jika banyak yang menjual maka kecenderungannya harga akan turun, sama persis seperti teori deman and supply.
Namun di dunia ini selalu saja ada tipuan atau kecurangan dan begitu juga pada pasar modal.
Dibawah ini merupakan contoh tipuan tersebut :

Pada kotak-kotak hijau kita mendapatkan informasi bahwa telah terjadi akumulasi besar-besaran sehingga kemungkinana kedepan atau kecenderungannya adalah kenaikan harga tapi yang terjadi selanjutnya malah bertolak belakang dimana harga mengalami penurunan. Pada kasus ini kami tidak merendahkan satu bidang ilmu pengetahuan tapi kami menitik beratkan kepada bagaimana menyikapi hal tersebut. Kami meyakini bahwa tidak satu pun makhluk di dunia ini yang mampu mengetahui masa depan sebab itu teritorial sang pencipta.
Teknik yang digunakan Nicolas Darvas dan Jesse Livermore mampu menyikapi hal ini (tipuan) dimana mereka selalu menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum memutuskan beli atau jual ketimbang terpancing untuk mendapatkan saham dengan harga yang murah.
Garis besarnya mereka berdua selalu mencari signal akumulasi dengan melihat harga dan volume yang selanjutnya melakukan pengawasan dengan ketat untuk menunggu konfirmasi-konfirmasi yang akan terjadi selanjutnya.
Sebagai contoh munculnya signal akumulasi :
Pada saat harga naik lebih tinggi dari kotak bagian atas, disitulah diputuskan untuk melakukan pembelian karna signal distribusi yang muncul benar adanya sebab harga naik lebih tinggi dan jika setelahnya harga kembali turun dibawah kotak bagian bawah maka disitulah pembenaran bahwa kita kena tipu.

Selanjutnya kita akan lihat kejadian apa yang terjadi pada gambar diatas :
Ternyata kelanjutannya adalah kenaikan harga yang tinggi. Jadi setelah muncul signal akumulasi, lalu terbentuk kotak-kotak (sebagai konfirmasi) yang selanjutnya harga naik menembus kotak bagian atas maka pada saat itulah pembelian dilakukan dengan resikonya adalah kotak bagian bawah.

Inilah pandangan kami tentang hubungan harga dan volume yang tidak dapat dipisahkan sehingga kami selalu mencari signal akumulasi, menunggu konfirmasi, baru melakukan pembelian atau penjualan.
Tapi kami sendiri juga sedikit memodifikasi teknik Darvas dan Jesse ini tapi modifikasinya hanya sebatas kepada time frame observasi saja. Jika kami melakukan observasi pada grafik 60 menit maka grafik-grafik 60 menit tersebut akan kami observasi selama 1 bulan kebelakang. jika sekarang bulan januari berarti kami melakukan observasi dengan melihat grafik mulai dari satu bulan sebelumnya untuk mencari signal akumulasi tapi signal akumulasi yang kami cari bukanlah trend harga yang naik dan trend volume yang naik melainkan sebuah kenaikan volume yang tiba-tiba besar dan hanya pada saat itu saja selama 1 bulan kebelakang kenaikannya yang besar dan juga di ikuti dengan kenaikan harga pada saat volume yang tiba-tiba naik banyak tersebut.
Sebagai contoh pada gambar di bawah :

Selama satu bulan kebelakang volume bergerak rata-rata saja, tapi pada suatu saat volume tiba-tiba naik banyak yang juga di ikuti oleh kenaikan harga. Disitulah muncul signal akumulasi dan kami akan menunggu terbentuknya konfirmasi melalui kotak yang berwarna putih, jika selanjutnya harga menembus naik diatas kotak putih maka barulah kami melakukan pembelian.

Sebagai contoh signal akumulasi tipuan :
Pada saat signal akumulasi muncul, harga membentuk kotak-kotak konfirmasi tapi pada akhirnya harga turun dibawah kotak bagian bawah sehingga signal akumulasi tersebut berubah menjadi distribusi karena harga gagal naik diatas kotak bagian atas (terjadi tipuan pada kasus ini).

Pada grafik time frame 60 menit kami melakukan observasi dengan melihat pergerakan harga dan volume sejak 1 bulan kebelakang.
Untuk grafik dengan time frame daily kami melakukan observasi dengan melihat pergerakan harga dan volume sejak 3 bulan kebelakang. Sebagai contoh pada gambar dibawah :


Kami tidak lansung melakukan pembelian pada saat signal muncul tapi kami menunggu konfirmasi terlebih dahulu setelah signal muncul.
Contoh-contoh di ataslah yang membuat kami sadar bahwa harga dan volume merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dan selalu ada tipuan-tipuan, maka dari itu tunggulah selalu konfirmasi sebelum memutuskan dan tidak terpancing dengan kata MURAH.



Kamis, 06 November 2014

Trading for a living

"Trading for a living" memiliki arti hidup dari kegiatan jual beli yang dimaksud dengan jual beli disini adalah jual beli saham. Sebuah kata magis yang mampu menghipnotis kami pada waktu mendengarnya. Bagaimana mungkin ? Karna kami belum pernah menemui orang yang hidup dari jual beli saham karna rata-rata orang yang kami temui banyak hidup dari bekerja sebagai pegawai atau buruh atau berbisnis.
Dunia pasar keuangan masih dianggap gelap oleh kebanyakan orang, kurangnya ilmu pengetahuan tentang pasar keuangan yang sangat kompleks dan tidak ada pendanaan dari perbankan untuk pasar keuangan membuat kata-kata "trading for a living" menjadi sangat magis untuk kami. Namun karna adanya pengakuan dari beberapa pihak yang menyatakan bahwa mereka hidup dari jual beli saham membuat kami tertarik untuk memikirkannya dan bahkan orang sekelas Jesse Livermore pun juga melakukan trading for a living ini. Jesse Livermore ini sendiri setenar dan memiliki harta sekelas Warren Bufet pada jaman sekarang yang bersumber dari pasar keuangan. Jesse Livermore hidup pada era 1920 an.
Pada waktu itu kami memulainya dengan membentuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau sering disebut orang "kalian harus memiliki target dalam hidup", RAB pun merupakan target yang harus diusahakan atau harus diraih semampu kita. RAB tersebut tidaklah terlalu rumit karna isinya adalah untuk mengetahui seberapa besar beban yang harus ditanggung dan apa saja beban-beban tersebut seperti menggaji diri sendiri, biaya listrik dan air, biaya makan dan minum, dan lain sebagainya sehingga berdasarkan beban-beban tersebut akan terlihat seberapa banyak pendanaan yang mesti didapatkan dan sebarapa besar pendapatan yang harus diraih. Kami akan sajikan ilustrasi dari RAB tersebut.

RAB

Pada ilustrasi gambar diatas terdapat dua jenis RAB : 
  1. RAB dengan pendanaan kredit yang artinya didalam RAB itu ada beban kredit (apakah kredit rumah, kendaraan, atau kredit untuk mendanai proyek trading for a living). Kredit ini bisa kepada pihak bank atau mungkin mengajak orang untuk mendanai proyek ini.
  2. RAB tanpa kredit yang artinya proyek trading for a living didanai dari kantong sendiri, jadi tidak ada beban kredit disini.
Pada bagian RAB dengan kredit kami menggunakan suku bunga pinjaman sebesar 16% per tahun dengan lamanya pinjaman selama 5 th sehingga beban cicilan kredit (bunga + pokok pinjaman) per bulannya sebesar Rp 1.332.000 per bulan untuk mendanai proyek sebesar Rp 44.400.000.
Kolom porsi pada kedua RAB memiliki arti seberapa besar  nilai dari beban-beban tersebut terhadap total pengeluaran per bulannya. Jadi RAB ini dibikin berdasarkan pengeluaran yang dikeluarkan tiap bulannya.
Kolom porsi ini memberikan informasi kepada kita beban mana yang memberatkan pengeluaran dan apakah beban yang berat tersebut bisa kita kurangi lagi untuk menghemat pengeluaran atau memang tidak bisa kita kurangi lagi. Semua tergantung kepada diri kita masing-masing untuk memberikan beban-beban tersebut.
Kami tidak mampu mengeluarkan kredit dari bank atau mengakali pihak bank supaya kredit pendanaan proyek trading for a living ini bisa cair. Ilustrasi gambar diatas hanyalah rekayasa saja tapi bisa diterapkan.
Pada RAB dengan kredit disimpulkan bahwa dana yang harus disiapkan sebesar Rp 44.400.000 yang mana dana ini kami bagi lagi yaitu sebesar 15% atau sebesar Rp 6.660.000 kami gunakan untuk modal trading tiap hari (beli saham terus dijual pada hari yang sama atau beli saham hingga mampu memenuhi targetnya dalam sebulan) dan sisanya sebesar Rp 37.740.000 kami gunakan untuk modal investasi (beli saham terus dihold hingga mencapai pertumbuhan yang diinginkan atau beli saham terus jual jika telah mencapai kerugian yang sanggup kita tanggung). Bicara tentang kerugian yang sanggup ditanggung kami jadi teringat pernah membahasnya Pada LINK ini.
Kami menggunakan porsi sebesar 15% dengan alasan supaya porsi yang digunakan untuk investasi bisa cukup besar karna porsi untuk investasi merupakan asuransi kita untuk menjaga portfolio tidak hancur lebur. Kami menyarankan besaran porsi dana untuk ditradingkan sebesar 15%-20% saja.
Dengan porsi sebesar 15% dari total portfolio atau sebesar Rp 6.660.000 kita harus meraih laba bersih sebesar Rp 625.300 per hari atau sebesar Rp 7.503.600 per bulan tapi kami tidak menargetkan jumlah hari trading sebanyak hari bursa dalam sebulannya (20 hari), kami hanya menargetkan jumlah hari hanya 12 hari saja karna dalam sebulan kami memperkirakan adanya hambatan-hambatan di dalam trading seperti ada penurunan-penurunan kecil pada pasar keuangan atau kitanya yang tidak bisa trading yang disebabkan mesti mengantarkan TOKEK ke dokter hewan pada hari itu.
Selanjutnya adalah melakukan pengawasan dari kegiatan trading kita dan pengawasan dari portfolio dengan ilustrasi sebagai berikut :
Pencatatan Progress untuk pengawasan

Pada Kotak "Target bulanan" setiap kolom berwarna kuning kita isi manual. Pada Baris Target di kolom no 1 kita isi dengan target kita per harinya atau setiap kali melakukan trading dan pada baris progress kita isikan dengan laba/rugi yang kita dapatkan setiap kali trading. Ada 12 kolom yang mesti di isi yang menyatakan aktivitas (progress) setiap trading selama 12 hari dalam satu bulan.
Pada kotak "Portfolio" ada 12 kolom juga yang diisikan tapi hal ini mewakili 12 bulan, gunanya untuk melihat pertumbuhan portfolio setiap bulannya yang akan dibandingkan dengan index (dalam hal ini adalah IHSG).
visualisasi kegiatan sebagai berikut :

Visualisasi kegiatan trading, apakah dapat memenuhi target atau tidak

Visualisasi pertumbuhan portfolio dan perbandingan dengan index

Kami mengilustrasikan bahwa kemampuan portfolio diatas index dan kemampuan aktivitas trading mampu memnuhi target walaupun progress dan portfolio sempat terjadi penurunan tapi pada akhirnya mampu memenuhi target-targetnya.
Kami tidak lagi melakukan "trading for a living" karna sangat menyita waktu seperti layaknya mengurus toko atau mengurus bisnis dan kondisi kesehatan kami tidak memadai untuk melakukakan kegiatan yang sangat menguras fikiran dan tenaga ini.

Kami berharap tulisan kali ini mampu membuka fikiran dan pehaman bahwa trading for a living itu bisa dilakukan karna layaknya memiliki toko atau bisnis meskipun targetnya tergolong besar dan untuk itulah kita mesti memperbanyak ilmu pengetahuan pada bidang apa pun karna pasar keuangan itu sangat kompleks dan latihlah terus pengetahuan tersebut karna target kita tiap harinya adalah sebesar 2.8% - 9% per hari terhadap modal untuk trading atau target kita sebesar 7% - 16.90% per bulan terhadap portfolio atau 7%-20% per bulan terhadap modal untuk investasi.

Kamis, 11 September 2014

kondisi emerging market september 2014

Gambar diatas merupakan gambaran macro dari perekonomian dunia dimana terdapat beberapa index-index yang mewakili perekonomian dunia.
Gambar diatas dibuat dalam bentuk persentase antara nilai closing tahun berjalan dengan nilai penutupan desember tahun 2013.
Berdasarkan gambar diatas yang paling tinggi kenaikannya sejak desember tahun 2013 adalah IHSG (index pasar saham Indonesia).
Garis besarnya adalah terjadinya peralihan dana dari komoditi, obligasi, emas, ke instrument pasar saham dan cash (USD naik terhadap rata-rata mata uang mayor dunia yang menandakan investor memegang uang cash). Mulai terlihat jelas sejak akhir Juni 2014 dimana index USD bergerak naik dan index pasar saham dunia maupun index pasar saham indonesia dan amerika terlihat sudah bergerak naik semenjak akhir Desember tahun 2013. Index USD naik dikarenakan pertaruhan para head fund bahwa amerika akan menaikan suku bunga acuannya, jika amerika menaikan suku bunga acuannya maka akan memicu head fund atau investor untuk mengalihkan dananya kedalam USD sehingga saham-saham, obligasi, dan komoditas akan turun (dijual) sehingga mendapatkan cash (US Dollar). Suku bunga acuan amerika naik juga memberikan pengertian bahwa uang beredar akan ditarik masuk kedalam perbankan sehingga pengucuran kredit mulai tertahan.
Pada dasarnya jika mata uang suatu negara melemah maka akan memicu penurunan harga saham atau dengan kata lain jika USD naik maka pasar saham akan turun tapi pada kondisi saat ini september 2014 dimana USD uptrend dan pasar saham juga dalam keadaan uptrend, bagi kami hal ini memberikan pengertian bahwa para partisipan sedang melakukan hedging terhadap pertaruhan bank central amerika akan menaikan suku bunga acuannya, jika suku bunga acuan naik maka pasar saham akan turun dan index USD akan naik dan jika suku bunga acuan tidak naik maka pasar saham akan terus naik dan index USD akan turun.

Kesimpulan :
mari kita sama-sama menunggu apa yang akan terjadi apakah bank central amerika akan menaikan suku bunganya atau tidak, apapun yang akan terjadi kedepannya maka kita telah mempersiapkan strateginya.

Selasa, 09 September 2014

Respon investor terhadap produk baru perusahaan

Notabennya jika sebuah perusahaan menelurkan produk baru akan berkorelasi terhadap penjualan, jika produk baru tersebut bagus maka akan diserap oleh konsumen tapi jika produknya tidak bagus maka tidak akan diserap oleh konsumen.
Baru saja kami membaca sebuah artikel pada wallstreet journal tentang bagaimana reaksi saham apple terhadap produk-produk baru yang mereka luncurkan. Artikel dapat dibaca disini
Ternyata tidak selalu produk yang di luncurkan oleh apple akan direspon dengan kenaikan harga sahamnya, seperti pada saat iphone 3G atau ipad 2 diluncurkan ke pasar, harga sahamnya malah turun tapi begitu iphone 3GS atau new ipad diluncurkan ke pasar malah di respon dengan kenaikan harga saham.

sumber gambar : Wallstreet Journal

Dari gambar yang ditampilkan pada artikel wallstreet journal dapat dipahami bahwa pada saat sebuah produk benar-benar baru selalu direspon jelek oleh harga sahamnya, kami berpendapat bahwa hal ini terjadi dikarenakan ada semacam keburukan pada produknya tapi begitu ditelurkan produk penggantinya (dari iphone 3G menjadi iphone 3GS) para investor sudah berasumsi bahwa produk pengganti sudah mengalami perbaikan dan akan direspon dengan kenaikan harga sahamnya. Terkecuali pada saat Iphone dan Ipad diluncurkan lansung direspon dengan kenaikan harga saham dikarenakan oleh iphone adalah sebuah produk yang di dahului oleh IPOD, dimana iphone juga merupakan penyempurnaan (perbaikan) dari ipod (ipod yang bisa untuk telpon = iphone) dan begitu juga pada saat ipad diluncurkan lansung direspon dengan kenaikan harga saham dikarenakan ipad adalah iphone yang dilebarkan ukurannya (ipad penyempurnaan dari iphone dengan ukuran gadget lebar).
Hal ini membuktikan bahwa jika produknya bagus akan diserap pasar tapi jika tidak bagus tidak akan diserap pasar.

kesimpulan :
Jika anda berniat untuk membeli iphone 6 yang akan diluncurkan, telitilah terlebih dahulu sebelum membelinya atau tunggulah produk perbaikannya dikemudian hari.

Minggu, 17 Agustus 2014

RUIS (PT. Radiant Utama Interinsco. TBK)

Berdasarkan penjelasan RUIS pada WEBSITENYA, mereka menyatakan bahwa perusahaan didirikan pada tahun 1975 dimana perusahaan pada waktu itu bergerak dibidang jasa " pengujian tidak merusak " untuk minyak dan gas. Gambarannya mereka ini merupakan kumpulan tim-tim ahli.
Ini Milestone and Award RUIS.

Sekarang kita akan liat bagaimana performance laporan keuangan RUIS ini

Gambar diatas merupakan grafik dari pendapatan dan laba bersih RUIS, pendapatannya dari tahun ke tahun mengalami up trend dan labanya pada quarter 1 th 2014 ini mengalami lonjakan (breakout). Kami menyimpulkan bahwa RUIS baru mengalami pertumbuhan.


Porsi dari cash terhadap aset dari tahun ke tahun mengalami downtrend, ini merupakan tanda bahwa RUIS mengalami kekeringan liquiditas yang bisa berdampak pada berhentinya kegiatan kerja. Posisi cash tidak bagus karna tidak sebanding dengan asset yang dia miliki, kami berkeyakinan bahwa sebuah perusahaan yang bagus memiliki ratio perbandingan cash terhadap asset minimal sebesar 10%.





Laba bersih yang mulai naik sejak tahun 2011 hingga Q1-2014 menopang kenaikan jumlah cash tapi seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa posisi cash terhadap asset tidak sebanding atau masih kecil. Modal kerja (working capital) mengalami downtrend dari tahun ke tahun dan modal kerja yang menurun ini di topang oleh cash flow from operation yang berkemungkinan besar untuk working capital diambil dari hutang. Kami menyimpulkan bahwa RUIS benar-benar kekeringan liquiditas yang biasa dialami pada perusahaan yang sedang berexpansi. Merujuk kepada data-data diatas kami jadi bertanya, apa yang dilakukan RUIS ini sehingga mengalami kekeringan liquiditas ? Untuk menjawab pertanyaan ini kami akan merujuk pada laporan CAPEX (belanja modal) dibawah ini.




Gambar ini memperlihatkan bahwa RUIS mengeluarkan belanja modal yang besar pada tahun 2011 yang nilainya hampir 600 milliar yang pembiayaannya diambil dari hutang. Nilai hutang RUIS juga melonjak besar pada tahun 2011 yang mencapai 1 triliun yang sebelumnya cuma mendekati 600 milliar. Jadi kekeringan liquiditas yang dialami RUIS bersumber dari lonjakan hutang untuk membiayai expansi usahanya. Kami mencoba mencari tahu expansi apa yang dilakukan oleh RUIS ini, ternyata media massa banyak menyebutkan bahwa RUIS ini expansi minyak dan gas di blok Sumatra seperti yang tertera pada sumber-sumber berikut ini :

  1. Okezone.com 
  2. Bisnis.com 
  3. Website anak usaha RUIS 

Jika benar ini adanya, tentunya kedepan RUIS bisa mengalami pertumbuhan dan semoga masalah kekeringan liquiditasnya bisa teratasi. Manajemen menyatakan akan berusaha untuk melakukan explorasi minyak dan gas tersebut terhadap blok Sumatra paling lambat akhir tahun ini.

Bagi kami kondisi Fundamental RUIS yang ada harapan ini merupakan sebuah bahan bakar untuk harga sahamnya. Jika mobil tidak memiliki bahan bakar maka mobil tersebut tidak akan bergerak. Sekarang mobilnya ada dan bahan bakar juga sudah ada tapi kalau tidak di hidupkan mesinnya ya tidak bergerak juga mobilnya dan untuk itulah kita akan melihat apakah mesinnya sudah dihidupkan atau belum dengan menggunakan pendekatan teknikal analisis.

Yearly time frame

Quarterly time frame

Daily time frame

Data ini menunjukan adanya transaksi penambahan pembelian saham pada pemegang diatas 5%

Daftar pemegang saham diatas 5%

Pemegang saham pengendali
Data daftar pemegang saham diatas menyatakan bahwa lonjakan transaksi yang terlihat pada grafik harga menyatakan bahwa lonjakan transaksi tersebut merupakan pengumpulan barang dan bukan penggorengan harga semata.
Kami menyimpulkannya bahwa ada pihak-pihak yang tertarik dengan RUIS ini yang berkemungkinan disebabkan oleh pertumbuhan fundamental dan aksi expansinya pada blok sumatra tapi harga yang dalam kondisi harga yang stagnansi menunjukan mobilnya belum di starter.
Jika dilakukan pembelian dalam jumlah besar dari total portfolio sekarang terhadap RUIS akan sangat mengganggu gerak dari portfolio kami dikarenakan harga yang masih dalam kondisi stagnan.
214 box atas pada daily, 235 tertinggi harga saat ini, dan 310 box atas dari yearly time frame, angka-angka ini bisa digunakan sebagai titik-titik pembelian nantinya dengan target fundamental yang kami perkirakan pada kisaran 400 hingga 600 kedepannya.
 
Asumsi penghitungan perkiraan harga wajar

Skenario pembelian awal dan lansung merugi 10% dari harga beli
 
Skenario laba dengan pembelian yang bertahap

Kamis, 14 Agustus 2014

Permintaan Emas Quarter 2 - 2014 Menurun

Setelah membaca sebuah headline dari yahoo finance tentang menurunnya permintaan emas yang bisa dilihat pada website yahoo finance ini, kami lansung merujuk ke website World Gold Council untuk melihat datanya dan mengedit data tersebut untuk lebih mudah di pahami.

Data asli dari World Gold Council

Data editan

Grafik Permintaan Emas per quarter

Grafik Harga per quarter

Grafik Nilainya (jumlah permintaan x harga) per quarter

 Dari grafik-grafik diatas kami menyimpulkan bahwa permintaan emas masih dalam fase downtrend yang mampu memicu penurunan harga lebih lanjut. Dan ternyata dari data world gold council tersebut dapat diketahui bahwa permintaan emas tiap tahunnya dari bank sentral setiap negara tidaklah begitu banyak. Rata-rata selama 3 tahun porsi permintaan emas dari bank sentral terhadap jumlah total permintaan emas hanya sebesar 11.24% saja. Permintaan terbesar bersumber dari perhiasan (jewellery), Total bar and coin, investment, dan physical bar demand.

Grafik porsi rata-rata